June 11, 2011

Penurunan Kualitas Pendidikan Indonesia

Posted by Retya Elsivia at 10:53 PM


Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Ini dibuktikan bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. Kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Indonesia memiliki daya saing yang rendah Dan masih menurut survai dari lembaga yang sama Indonesia hanya berpredikat sebagai follower bukan sebagai pemimpin teknologi dari 53 negara di dunia.
Yang kita rasakan sekarang adalah adanya ketertinggalan didalam mutu pendidikan. Baik pendidikan formal maupun informal. Pendidikan memang telah menjadi penopang dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa. Oleh karena itu, kita seharusnya dapat meningkatkan sumber daya manusia Indonesia yang tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia di negara-negara lain. Setelah kita amati, nampak jelas bahwa masalah yang serius dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan di berbagai jenjang pendidikan, baik pendidikan formal maupun informal. Dan hal itulah yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan yang menghambat penyediaan sumber daya menusia yang mempunyai keahlian dan keterampilan untuk memenuhi pembangunan bangsa di berbagai bidang.
Faktor yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan di Indonesia adalah :
·         Tidak adanya tujuan pendidikan yang jelas sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Hal ini menyebabkan peserta didik dan pendidik tidak tahu “goal” apa yang akan dihasilkan sehingga tidak mempunyai gambaran yang jelas dalam proses pendidikan.
·         Mahalnya biaya pendidikan di Indonesia. Di sekolah dasar negeri, memang benar jika sudah diberlakukan pembebasan biaya pengajaran, nemun peserta didik tidak hanya itu saja, kebutuhan lainnya adalah buku teks pengajaran, alat tulis, seragam dan lain sebagainya yang ketika kami survey, hal itu diwajibkan oleh pendidik yang berssngkutan.
·         Kurangnya mutu pengajar jugalah yang menyebabkan peserta didik kurang mencapai hasil yang diharapkan.
·         Sistem pendidikan yang sering berubah-ubah sehingga membingungkan pendidik dan peserta didik.
·         Rendahnya kualitas sarana fisik.
“Pendidikan ini menjadi tanggung jawab pemerintah sepenuhnya,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono usai rapat kabinet terbatas di Gedung Depdiknas, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (12/3/2007).
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi rendahnya mutu pendidikan di Indonesia adalah :
·         Dari Sisi Pemerintah
Pemerintah harus konsisten dengan satu sistem pendidikan agar pendidikan di Indonesia tidak “membingungkan” seperti sekarang ini. Karena sistem pendidikan merupakan acuan bagi pendidik untuk mengajari peserta didik. Selain itu, pemerintah harus meningkatkan mutu pendidikan dengan meningkatkan kualifikasi guru dan dosen. Kualitas profesional guru merupakan faktor yang paling kuat terhadap prestasi belajar siswa sebagai indikator hasil pendidikan. Oleh karena itu, mengingat begitu pentingnya faktor guru, maka upaya peningkatan profesionalisme guru dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia tidak bisa ditawar-tawar, termasuk upaya peningkatan profesionalisme guru di sekolah dasar.  Yang tidak kalah penting untuk saat ini adalah pemerintah harus membangun infrastruktur seperti menambah jumlah komputer dan perpustakaan di sekolah-sekolah, memperbaiki sarana dan prasarana sekolah-sekolah di Indonesia agar tercipta kualitas pembelajaran yang baik. Langkah terakhir, pemerintah bisa melakukan pembiayaan bagi masyarakat miskin untuk bisa menikmati fasilitas penddikan. Karena kesulitan ekonomi membuat masyarakat miskin banyak yang putus sekolah dan memilih untuk bekerja.

·         Dari Sisi Pendidik / Pengajar
Pendidik harus mempunyai tujuan yang jelas sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Sebab jika tidak ada persiapan pembelajaran sebelumnya, hal ini menyebabkan peserta didik dan pendidik tidak tahu “goal” apa yang akan dihasilkan sehingga tidak mempunyai gambaran yang jelas dalam proses pendidikan. Jelas hal ini merupakan masalah terpenting jika kita menginginkan efektifitas pengajaran. Bagaimana mungkin tujuan akan tercapai jika kita tidak tahu apa tujuan kita. Selain itu, pendidik harus mengajar sesuai kompetensinya. Misalnya pendidik A mempunyai dasar pendidikan di bidang bahasa, dia harus mengajar di bidang bahasa, tidak boleh mengajarkan keterampilan, yang sebenarnya bukan kompetensinya. Pendidik juga harus meningkatkan kreatifitas siswa dalam belajar. Tidak member banyak penekanan pada aspek hafalan dan pemikiran reproduktif serta mencari satu jawaban yang benar terhadap soal-soal yang diberikan pada anak didik. Proses pemikiran kreatif harus dilatihkan sejak dini. Apa yang dapat dilakukan oleh pendidik adalah mengembangkan sikap dan kemampuan peserta didik yang dapat membantu untuk menghadapi persoalan-persoalan di masa mendatang dengan inovatif dan kreatif.
·         Dari Sisi Orang Tua
            Orang-tua sebaiknya memberi perhatian kepada anak-anak mereka dan menanamkan kepada mereka nilai dan tujuan pendidikan. Mereka juga berupaya mengetahui perkembangan anak mereka di sekolah. Caranya adalah dengan berkunjung ke sekolah untuk melihat situasi dan lingkungan pendidikan di sekolah. Ini diperlukan untuk mengenal guru di sekolah dan menjalin hubungan yang baik dengan mereka. Berkomunikasil dengan guru untuk perkembangan anak sangatlah penting. Cara lain yang harus dilakukan orang tua adalah menyeduiakan waktu untuk anak. Seorang anak akan senang bercerita ketika pulang sekolah seraya mengeluarkan semua keluhan dan bebannya kepada orang-tua. Dan juga orangtua harus memastikan bahwa anak sudah mengerjakan pekerjaan rumah untuk esok harinya.

 

LOVE THE LIFE YOU LIVE Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea