June 20, 2016

Master of Arts (Graduation)

Posted by Retya Elsivia at 12:57 AM

butuh waktu tiga semester untuk menggabungkan dua buah foto ini :)
Kiri: saat mengirimkan dokumen lamaran pada Prodi Linguistik UGM (Mei, 2014)
Kanan: on my graduation day, sah sebagai alumni Prodi Linguistik UGM (April, 2016)

Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban. Achievement unlocked. Salah satu 

nikmatAllah terbesar dalam hidupku. Satu nikmat yang luar biasa indahnya, tidak hanya

untuk diriku tetapi juga untuk kedua orangtua dan keluargaku.


April, 19th 2016
Well, seharusnya ini adalah tanggal yang sudah sangat kunantikan sejak sebulan yang lalu, sejak aku dinyatakan lulus sidang dan mendapat gelar Master of Arts. Bahkan hari tersebut sudah lama aku nantikan, dimana aku bisa memberikan undangan untuk berkunjung ke Jogja kepada keluarga intiku. Tentunya kali ini undangan wisuda ke Jogjakarta ini akan dihadiri oleh mamapapa, kakak, abang dan istri jika sebelumnya memang kunjungan mamapapa atau kakak ke kota tersebut juga sedikit menghibur kegalauan anak rantau. Momen kali ini akan ku manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Quality time bersama keluarga tercinta di kota Istimewa. Aku pun sudah menyiapkan daftar kunjungan objek wisata dan makanan that must to try for my beloved family

Hari Selasa tanggal 19 April 2016 adalah tepat hari wisudaku. Alhamdulillah mamapapa, kakak, abang dan istri mendarat selamat di bandara Adisucipto Yogyakarta pada hari Minggu, 17 April 2016 sekitar pukul 20.00 WIB. Tapi, kedatangan mereka kali ini membawa kesedihan, hal ini disebabkan karena sepupu terbaik kami (RaRiRe) sedang dalam kondisi kritis, keluarga ku terlihat sangat uring-uringan, dan papa terlihat sangat panik untuk memantau keadaan kakak sepupuku yang sedang terbaring sangat lemah dan harus dirujuk dari Painan ke Padang pada saat malam itu juga.

April, 18th 2016 pukul 04.30 WIB.
Pil pahit harus kami telan sekeluarga pada pagi itu. Bahkan terasa sangat pahit sekali. Innalillahiwainnailaihirojiun. Kakak sepupu terbaik (Kak Cela) harus menyelesaikan tugas di dunia nya. Telfon di seberang sana yang penuh dengan tangisan disambut oleh kumandang adzan Subuh. Pagi itu benar-benar penuh dengan deraian air mata. Sebagai satu-satunya laki-laki di keluarga, papaku benar-benar ibarat memakan buah simalakama. Beliau ingin pulang untuk menyaksikan pemakaman keponakan tersayangnya, tapi di satu sisi besok pagi adalah acara wisudaku. Tak ada solusi, tak ada jalan. Beliau hanya menangis dan menangis. Tangisan yang masih terbayang jelas dalam ingatanku. Andai hari ini kita bukan di Jogjakarta :( Hal ini mengingatkanku pada wisuda s1, dimana H-5 hari itu kakak ipar papaku juga menyelesaikan tugasnya di dunia.

Dan kami selalu percaya bahwa Allah punya rencana yang lebih indah. Allah Dzat Maha Pengatur segala sesuatu yang terjadi di atas bumi ini. Bahkan daun yang jatuh pun sudah di atur Allah dengan sebaik-baiknya. Masya Allah. Semoga kita selalu percaya dan beriman kepadaNya,

Selasa, April 19th 2016, on Graduation Day

Seharusnya hari ini disambut dengan penuh suka cita, dimana kami bertiga telah berhasil menyelesaikan pendidikan Master dengan baik, Hari dimana mimpi kedua orangtua ku dikabulkan oleh Sang Pencipta. Tapi ntah kenapa ku akui aku memang tidak terlalu fokus mempersiapkan wisuda kedua ini. Ntah mungkin karena aku harus menyiapkan semuanya sendiri (mulai dari cari bahan kebaya, cari penjahit, make up, dll) atau memang sudah ditakdirkan bahwa aku harus meyambut hari itu dengan biasa-biasa saja. Hal ini terbukti dengan persiapan make up dan hijab yang ada saja tinggalnya seperti aku kelupaan membeli ciput (anak jilbab) sehingga kakak ku harus berkorban (first) untuk meminjamkan ciputnya padaku. 

Tapi alhamdulillah wasyukurillah, acara wisuda universitas yang diadakan dalam gedung Grha Sabha Pramana UGM berjalan dengan baik dan lancar meskipun di kelas ku cuma baru bertiga yang diwisuda sehingga aku tak punya banyak teman untuk sama-sama merayakan kebahagiaan ini. Disana aku mengikrar janji sebagai Alumni Universitas Gadjah Mada. Sungguh bangga sekaligus haru. Aku bisa menyelesaikan pendidikan dari salah satu universitas terbaik di Indonesia. Aku bangga kedua orangtua ku bisa duduk di antara ribuan orangtua wali dan melihat namaku terpanggil untuk mendapatkan ijazah. Semoga hal ini bisa sedikut menghibur suasana kedua orangtua ku, suasana hitam kemarin terutama untuk papa.


Hari itu tidak hanya penuh dengan haru, sedih dan bahagia saja, namun ada satu lagi emosi yang saya sendiri pun tak bisa mendeskripsikannya. Setelah acara universitas selesai dan dilanjutkan pada masing-masing fakultas, aku dan salah seorang temanku memilih untuk berjalan ke depan dan naik ke atas panggung (tempat duduk rektor, wakil rektor, dekan dll) GSP untuk mengabadikan momen hari itu dengan latar tulisan yang cukup membanggakan (foto wisuda paling atas). Maksud hati pun sampai, aku dapat berfoto disana meskipun penuh dengan wisudawan lain yang juga ingin berfoto disana. Karena merasa sudah terlambat ke acara fakultas, aku bergegas menuruni tangga dengan high heels 9 cm ku. Aku mendarat di bawah tangga dengan terjatuh dilantai dan semua mata melihatku sambil berbisik 'Sepatunya copot!!!' :(

Jujur, ini sangat SAKITTTTTT. Badan dan hati ku sakit. Wisudawan yang sudah cantik dan bermake-up jatuh di antara wisudawan lainnya, heels copot sebelah sehingga harus membuatku berjalan terseok-seok keluar GSP. Aku butuh mamaaaaaaaaaa :(

Untung diluar aku segera bertemu dengan kakak, abang dan istri. Mereka tak tahu harus merespon apa saat aku menceritakan kisahku di atas panggung tadi. Abangku memutuskan untuk mencopot heel sepatu sebelah lagi. Lagi-lagi kakakku harus berkoban (second) karena ia harus meminjamkan sepatunya kepadaku dan ia memakai sepatu yang tinggi di bagian depan dan rendah di belakang. Miyane kak :( Harusnya aku memang mengikuti saran kakakku untuk tidak memakai sepatu tinggi, ia sudah menawari sepatu wedges 3 cm miliknya, tapi aku memilih NO.

Aku dan Sepatu

Ntah apa yang terjadi dengan hari wisudaku. Aku hanya berharap aku kuat menghadapi semuanya sampai akhir. Tapi alhamdulillah itu yang terakhir. Acara wisuda fakultas berjalan lancar dan wisudawan wisudawati boleh pulang ke rumah dengan senyam senyum. Hehehe. 

Aku ucapkan terimakasih untuk keluarga, dan semua teman-teman yang sudah hadir pada hari wisudaku. Terimakasih untuk hadiah wisuda yang diberikan. Terimakasih untuk keluarga tante Nina yang sudah repot mempersiapkan 'hotel' untuk keluargaku. Terimakasih untuk semuanya. 
abang dan kakak ku tersayang 
keluarga GWK n Imamipas
keluarga besar, Merah Rangers (ada nenek juga loh ;D)
keluarga Linguistik A 2014 (berteptan dengan sidang tesis sahabat tersayang, Fatma (paling kanan))



ALHAMDULILLAHIRABBILALAMIN....

Apapun rintangan, apapun masalah, apapun cobaan yang datang tetaplah hadapi ia dengan senyuman. Meskipun terkadang  itu mengharuskan kita untuk memasang senyum palsu. Meskipun itu sangat berat sekalipun. Yakinlah bahwa Allah selalu bersama kita. Dan Allah mengetahui segala sesuatu tidak kita ketahui. Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu.

 One step achieved. One step is waiting. I live with one question now:
Lalu, ijazah ini mau dibawa kemana? Wallahualam, semoga Allah segera memberikan jawaban terbaik. Aamiin allahuma aamiin.












 

LOVE THE LIFE YOU LIVE Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea