December 22, 2017

Untuk Mereka yang Rela

Posted by Retya Elsivia at 10:55 PM
Pong – pong – pong
Bapak main pimpong
Ring- ring-ring
Ibu cuci piring (………………) 

Pada saat itu mata saya tertuju pada sekumpulan anak berusia 3-10 tahun yang tengah asyik bermain dan manyanyikan lagu di atas sambil duduk bersama di sebuah pelataran gedung sekolah. Hari itu tanggal 13 Juli 2017. Hari pertama dimana saya pertama kali menginjakkan kaki di Dusun Pukarayat, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Secara administratif dusun ini masuk dalam wilayah Desa Tuapeijat yang merupakan Ibukota Kabupaten Kepulauan Mentawai. Perjalanan dari Padang menuju Tuapeijat masih harus dilanjutkan dengan perjalanan menuju Dusun Pukarayat dan satu-satunya akses yang bisa ditempuh adalah jalur transportasi laut, sehingga saya harus melanjutkan pelayaran dengan menggunakan boat kecil menuju lokasi yang berjarak kurang lebih sekitar 30 menit dari Tuapeijat ini.

Masyarakat Dusun Pukarayat hidup dalam kesederhanaan dalam kesehariannya. Di dusun ini tidak akan terlihat moda transportasi darat seperti motor, mobil dan sepeda yang sibuk mondar-mandir berkeliaran. Belum ada jalan aspal. Masyarakat menggantungkan hidup dengan kedua kaki untuk menjalankan profesi sehari-hari sebagai pelaut dan petani. Saat malam tibapun dusun ini jauh dari hingar bingar suara yang memekkan telinga. Suasana malam ditemani dengan suara jangkrik, cahaya bintang, cahaya bulan dan deburan ombak yang bersahut-sahutan. Cahaya lilin dari rumah-rumah masyarakat juga ikut menerangi gelap karena kondisi dusun yang belum dialiri listrik.

Saya bekerja di salah satu lembaga kemanusiaan yang bergerak di bidang pengurangan risiko bencana. Tidak perlu mendeskripsikan banyak alasan mengapa saya mencintai pekerjaan ini. Selalu ada banyak pengalaman dan pembelajaran yang bisa saya dapatkan setiap hari. Satu hal yang paling membahagiakan adalah saat dimana saya dapat memberi manfaat kepada orang lain.

Dusun Pukarayat menjadi salah satu dari 29 daerah dampingan yang ikut saya fasilitasi. Daerah ini terletak di tengah Samudera Hindia sehingga risiko keterpaparan bencananya cukup tinggi khususnya untuk bencana gempa bumi dan tsunami. Tugas besar yang harus dijalani yaitu bagaimana membuat masyarakat Dusun Pukarayat menjadi masyarakat yang tangguh bencana. Masyarakat tangguh yang tahu bagaimana cara meminimalisir dampak bencana yang dapat menimbulkan kerugian baik kerugian secara materiil maupun moril.

Saya harus mampu mengajak masyarakat dusun agar mau menjadi seseorang yang bersedia menyumbangkan waktu, tenaga, pikiran dan keahliannya untuk melakukan aksi kemanusiaan. Singkat kata saya membutuhkan seseorang yang rela dan ikhlas untuk mau menolong sesamanya. Tidak mudah memang, tapi akan selalu ada jalan bagi orang yang mau berusaha. Sekitar 35 orang dari kurang lebih 110 Kepala Keluarga di Dusun Pukarayat menyatakan kesediaaan untuk bergabung menjadi relawan bencana. Penanaman konsep relawanpun diberikan di awal kegiatan agar masyarakat mampu seutuhnya mengetahui dan memahami peran dan tugas relawan. Secara bertahap para relawan mulai dibekali dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan dengan harapan kelak mereka dapat menjalankan tugasnya sebagai first responder dalam kegiatan penanggulangan bencana. Hingga saat ini pendampinganpun masih terus dilakukan agar dusun yang terletak di salah satu pelosok negeri ini dapat benar-benar tangguh terhadap bencana.

Relawan perempuan mengikuti praktek penyelamatan diri pada saat menghadapi gempa dan tsunami
Tidak ada kata terlambat dalam memulai kebaikan: Praktek bongkar pasang tenda
Untuk mereka yang rela.

Tidak ada banyak kata yang bisa saya ucapkan selain terimakasih karena telah bersedia. Kesediaan yang diberikan akan banyak membantu tangan-tangan yang membutuhkan. Semoga dengan kerelaan dan keihlasan dapat membuat kita selalu mencintai apa yang kita kerjakan dan mengerjakan apa yang kita cintai. Semangat #MembentangKebaikan.

Saya Anak Pesisir: Momen bersama wajah polos anak-anak Dusun Pukarayat



 

LOVE THE LIFE YOU LIVE Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea