December 19, 2019

Thankyou for a Sweet 2019: New Life Begins (Again)

Posted by Retya Elsivia at 1:53 AM

Fabiayyialairobbikumatukadzibaan. Tidak pernah lisan ini berhenti mengucap syukur kepada Allah SWT atas setiap limpahan rezeki yang diberikan kepada setiap hamba-Nya.
Untuk Rezeki yang Telah Tertakar dan Tidak Pernah Tertukar.
17 Desember 2019
Saya akui memang tanggal itu selalu special dalam hidup saya dan keluarga, tanggal dimana saya selalu tuliskan dalam biodata riwayat hidup saya. Yes, the day is my brother’s birthday. Ulang tahun sulung mamapapa.  Tapi di tahun ini tanggal ini feel so really special for my life. Kurang lebih 11 hari saya menunggu tanggal ini dengan perasaan yang sangat fluktuatif, perasaan deg-deg-an, optimis, terkadang pesimis, ditambah kegalauan dan diakhiri dengan perasaan tawadhu alias berserah. Coz I really believe Allah is the best planner. Allahu Akbar.
Tanggal itu adalah tanggal dimana saya akan menerima pengumuman hasil akhir seleksi Calon Asisten Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Sumatera Barat. Saya yakin di antara blogger ada yang belum familiar dengan Ombudsman karena memang dia tidak se-terkenal KPK dan teman2nya yang lain. Silahkan dibrowsing saja sebelum nanti saya lampirkan UU No 37 tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia. Hehehe. No worries. Kata tersebut memang serapan digunakan di seluruh dunia. Jadi Ombudsman ini hadir dengan nama yang sama di seluruh negara termasuk Indonesia. Tupoksinya secara garis besar untuk mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik.
Tulisan ini hanya untuk sekedar sharing mengenai perjalanan saya dalam mengikuti proses seleksi Calon Asisten (disingkat Calas) Ombudsman RI.  Saya harap ini bisa jadi pembelajaran untuk teman-teman yang juga berniat untuk mengikuti seleksi ini nantinya. Honestly saya juga banyak browsing pengalaman teman-teman mengikuti seleksi ini sebelum saya mengikuti tes. Tetapi update terakhir memang sewaktu recruitment Calas tahun 2016. Menurut saya it is little bit different dari sisi kisi-kisi soal yang membuat saya harus bermain dengan insting dan logika saat mengikuti ujian tertulisnya hehehe.
28 November 2019
Hari dimana saya tau bahwa saya lulus tes administrasi Seleksi Calas ORI 2019.  Saya juga diberitahu oleh teman kantor sebelumnya yang ternyata juga memasukkan lamaran untuk seleksi ini. Hari dimana saya tahu ada 186 orang yang dinyatakan lulus administrasi untuk perwakilan Provinsi Sumbar. Hari dimana saya mikir sendiri kenapa banyak sekali pelamar untuk wilayah Sumbar dengan kuota yang diminta hanya 4 orang sementara 12 provinsi lainya paling banyak hanya sekitar 60 orang pesaing (noted: kecuali untuk formasi pusat). Hari dimana kebetulan saya sedang berada di ibukota sehingga buru-buru booking tiket untuk flight besok siang menuju Padang.
3 Desember 2019
Ini adalah hari yang dijadwalkan untuk tes tertulis untuk semua peserta seleksi Calas ORI 2019. Alhamdulillah jadwalnya sedikit molor dari yang ditentukan yang seharusnya dimulai pukul 08.00. Saya bisa manfaatkan waktu dengan reuni bersama teman lama yang tidak bertemu kurang lebih 3 bulan (hahaha maaf lebay), karena biasanya kami tiap hari ketemu di kantor guys. Jadilah kami reuni mengingat kisah lama #eaaaa sembari melihat luar biasanya antusias peserta seleksi ini. Disana saya juga ketemu tetangga, suami teman saya, dan beberapa wajah yang rasanya cukup familiar. Beberapa peserta juga datang dari luar Provinsi Sumbar. MasyaAllah luar biasa rame banget mulai dari wajah paling senior sampe wajah-wajah fresh graduate (persyaratan usia minimal 22 tahun dan maksimal 35 tahun). Kami sembari mikir begini banget ya untuk dapat kerja secara kami memiliki background di per-NGO-an yang notabene proses seleksi dengan pesaing bisa dihitung jari dan tes hanya interview satu kali.
Untuk proses tes tertulis, kami dibagi menjadi 3 ruangan besar dengan duduk yang cukup dempet-dempetan dan paket soal yang dibagi menjadi tiga paket yaitu A, B dan C. Jumlah soal pilihan ganda 60 buah soal dan 2 soal essay bersama turunan soalnya. Saya hanya bermodal UU no 37 tahun 2008  tentang Ombudsman RI dan UU no 25 tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Publik dalam mengikuti tes tertulis ini karena berdasar referensi dari hasil browsing pengalaman peserta sebelumnya. Oh men, sekitar 40 soal pertama pilihan ganda belum ada sama sekali yang menanyakan tentang UU yang saya pelajari. Disitu saya merasa sedih. Soalnya seputar update isu-isu terbaru dalam negeri seperti Revisi UU KPK, Sistem Zonasi, Standar Pelayanan Minimal dll. Jadi kita memang harus kudu update dengan isu begini temans karena seorang Calas ORI harus mampu menangani masalah untuk semua bidang penyelenggaraan pelayanan publik.  Saya bahagia saat 20 soal terakhir menanyakan tentang kewenangan, tujuan, fungsi, tugas ORI, dll seperti persis dalam UU 37/2008. InsyaAllah saya bisa jawab dengan pasti karena udah baca sebelumnya. Hehe. Kemudian dilanjut dengan essay yang saya masih ingat soalnya:
1.      Berdasarkan Peraturan Ombudsman no 26 tahun 2017 tentang Tata Cara Penerimaan, Pemeriksaan, dan Penyelesaian Laporan.
a.      Apa yang dimaksud dengan Laporan?
b.      Apa yang dimaksud dengan Pelapor dan Terlapor?
c.       Apa yang dimaksud dengan Klarifikasi dan Pemeriksaan?
d.      Apa yang dimaksud dengan Mediasi dan Konsiliasi? Apa beda keduanya?
2.      Studi Kasus tentang laporan pajak pribadi yang tidak dilaporkan perusahaan beserta turunan soalnya.
Bisa jawab? HAHAHA. Saya belum baca sama sekali tentang Peraturan Ombudsman karena tidak ada di kisi-kisi hasil browsingan wkwkw. Saya mikir essay ini masih sama dengan dulu tentang tata cara berpidana di pengadilan hahaha. At that time, I used the power of mengarang. Tapi ada satu pertanyaan essay turunan yang saya tidak bisa jawab. Saya sudah mengerahkan seluruh kemampuan but still can’t.  Setelah tes, saya tahu dari Kepala Perwakilan bahwa peserta yang masukan lamaran kurang lebih sekitar 600 orang untuk Provinsi Sumatera Barat tetapi yang lulus hanya 186 orang. Setelah tes saya juga tahu dari Panitia bahwa yang lulus tes tertulis hanya 3N which is 3 kali 4 sama dengan DUA BELAS. Pesimis? Yes I am. Saya pesimis setelah mendengar 3N, menyadari bahwa ada 1 buah pertanyaan turunan essay yang saya tidak jawab dan melihat jawaban peserta kiri kanan depan belakang saya penuh dengan coretan dalam 2 lembar kertas HVS bolak balik. How about me? Saya hanya pake setengah kertas halaman depan dan ¾ kertas halaman belakang.
Saya auto-lemes untuk kembali pulang. Saat ditanya sama keluarga di rumah tentang tes tertulis saya jawab dengan seadanya. I’m not sure with the result. Saya tahu bahwa pengumuman hasil tertulis akan keluar di hari yang sama (sekitar pukul 10 malam), but I decided to sleep at 9.00 pm. Pelajaran yang bisa dipetik adalah jika temans niat untuk lulus menjadi Calas ORI, silahkan dipejari semua UU yang saya sebutkan di atas beserta peraturan-peraturan Ombudsman yang bisa dibaca di website resminya.
4 Desember 2019
Setelah sholat Subuh, saya mulai buka ponsel. Saya kaget luar biasa karena di japri oleh beberapa orang yang mencapture pengumuman dengan nama saya masuk dalam 12 peserta yang lulus. I admit I didn’t sleep well this night tapi saya juga ga nyangka perjuangan saya akan berlanjut. Saya harus menghadapi psikotest pagi ini jam 08.00. Semangat? Semangat donkkkkk karena saya suka tertantang dengan soal-soal psikotest. Hehe.
Psikotest dilakukan oleh LPT UI, hadir ibu psikolog nan baik serta ramah di hadapan 12 orang peserta. Tes dimulai dengan mengisi riwayat hidup peserta, Pauli (koran), tes logika, tes hitung-hitungan soal cerita sederhana, diinstruksikan mengisi lembaran berisi pertanyaan sekitar 10 buah mengenai Siapa Saya? Silahkan ditulis mengenai diri Anda sebanyak 20 uraian di luar informasi riwayat hidup yang diisi sebelumnya, kemudian kelebihan diri, hal yang perlu diperbaiki dalam hidup, kesuksesan terbesar, saat keadaan tertekan, kontribusi yang diberikan kalau lulus Calas ORI, dll. Completed. Belum selesai isi deskripsi, diberikan lagi soal tes gambar, kemudian tes warteg, diinstruksikan kembali melanjutkan deskripsi diri, disuruh lagi gambar pohon, gambar orang, diinstruksikan kembali melanjutkan deskripsi diri dan diakhiri dengan tes EPPS (Edward Personal Preference Schedule). Benar-benar ga santuy tes nya karena ini pengalaman pertama kali saya mengikuti rangkaian tes psikotest sebegini banyaknya. Tapi Alhamdulillah saya menikmati sekali hingga tes berakhir pukul 13.00 WIB.
5 Desember 2019
Tes hari ini masih dengan psikolog dari LPT UI. Tes dimulai dengan FGD bersama 5 orang peserta lainnya, kami diberikan kasus untuk memilih Asisten Teladan ORI dengan pilihan 5 orang kandidat. Kita disuruh memilih asisten teladan menurut versi kita masing-masing baru setelah itu diberikan waktu 20 menit untuk berdiskusi bersama 5 orang teman kita. Diskusi kami sangat hangat sampai-sampai waktunya sudah habis dan kami belum memilih satu orang Asisten Teladan. Hehe. But, it is okay karena yang dilihat adalah kemampuan kita berdiskusi dan memecahkan masalah. The most important thing is do not be a dominant person, beri kesempatan orang lain menyampaikan argumentnya. Setelah FGD selesai dilanjut dengan sesi interview per-orangan bersama psikolog. Interview nya tidak lama, hanya berlangsung sekitar 40 menit. Pertanyaannya tentang diri kita saja kok, so JUST BE YOURSELF and BE HONEST!!!
6 Desember 2019
Interview user. Makanan apa ini? HAHAHA. Baru kali ini saya ikut tes kerja dengan test bertahap-tahap dan pertama kali juga mendengar interview user. Intinya adalah tes interview dengan petinggi Ombudsman RI. Saya diinterview oleh Asisten Utama dan Asisten Madya dari Ombudsman Pusat beserta Kepala Perwakilan Ombudsman Sumbar. Ga ada hal yang perlu dipersiapkan untuk test ini karena lagi-lagi pertanyaannya tentang diri kita, harapan bekerja di ORI, dan saya lebih banyak diminta komitmen dan keyakinan untuk bekerja di ORI karena secara tidak sengaja saya terpancing untuk menceritakan bahwa saya mendapat tawaran pekerjaan dari kantor sebelumnya. It seems easy rite? But I cried twice in this stage. Entah kenapa tiba-tiba saya baper di saat menjawab kenapa memilih Ombudsman RI. That’s because I suddenly remember my parents who want me to keep working in Padang.
Memang dalam hidup itu selalu ada pilihan. Pastinya dengan mudah kita bisa memilih mana yang baik dan buruk. Tetapi kita tidak bisa memilih jika ada 2 buah pilihan yang sama-sama baik. Disinilah masa-masa galau saya menunggu hasil penguman ORI karena saya baru tahu persis pekerjaan yang ditawari pada saya pada saat selesai test tahap ketiga. Sebuah posisi pekerjaan yang lebih tinggi dari posisi saya sebelumnya dalam project research dengan University of Sydney dengan kemungkinan-kemungkinan terbesar bahwa saya akan mendapatkan self-development yang pasti akan jauh lebih baik, kesempatan membangun jaringan, berkarir dan melanjutkan studi di luar negeri. Is it sounds perfect, huh? Saat menunggu pengumuman pun saya kemudian juga tahu bahwa kantor saya sebelumnya itu bersedia menunggu hasil Ombudsman dan menunda external job vacancy dengan deadline yang mepet. Masya Allah sungguh Allah Maha Baik. Saya sangat terharu mendengar keputusan itu. Disinilah saya berpasrah pada Allah untuk membantu memilihkan jalan terbaik dalam hidup saya. Keadaan yang memang di luar kuasa saya sebagai manusia.   
Saat tanggal 17 datang, teman-teman dan keluarga saya sudah mulai menanyakan hasil pengumuman. Untungnya pada hari itu saya disibukkan dengan projek keluar kota sampai akhirnya pengumuman di release sekitar pukul 21.00 WIB. I didn’t dare to see the result, jadilah kakak saya si bumil yang membantu melihatkan. Perasaan deg-degan berasa kontraksi wkwwk. How about the result? ALHAMDULILLAH nama saya tertera dari 4 orang Calas Ombudsman RI perwakilan Sumbar yang dinyatakan lulus. Surely I am so happy at this time. Saya merasakan mix feeling dalam keluarga saya waktu itu hehe. Papa mengucapkan selamat. Kakak perempuan menanyakan apakah saya senang? I confidently answer yes I do. Mama dan kakak laki-laki saya memilih bersikap datar karena memang lebih ingin saya mengambil tawaran dari kantor sebelumnya yang mungkin jauh lebih baik. 
Terimakasih untuk teman-teman yang mendo'akan kesuksesan karier saya disini begitupun dengan orang-orang baik yang langsung menghubungi saya saat melihat nama Retya Elsivia di IG/FB Ombudsman/insan Ombudsman RI

Pada akhirnya perasaan bahagia ini tetap menyisakan perasaan tidak enak. Salam hormat saya untuk Direktur, Manajer dan teman-teman yang sudah memberikan kesempatan saya untuk kembali berkarir di dunia per-NGO-an.  Lakukanlah setiap pekerjaan kita dengan penuh dedikasi dan keikhlasan, insyaAllah Allah akan mudahkan jalan untuk setiap langkah berikutnya. Pelajaran yang bisa saya ambil setelah berkarir selama 3 tahun di per-NGO-an.  Saya yakin kelulusan saya ini karena adanya pembelajaran dan pengalaman yang saya dapatkan saat berkarir dalam pemberdayaan masyarakat.   Terimakasih untuk Allah Maha Baik dan orang-orang baik yang selalu ada di sekeliling saya. Lupakan hasil kelulusan administrasi CPNS tahun ini, lupakan keinginan untuk menjadi dosen coz I finally got the answer. Saya percaya bahwa ini adalah qadha Allah terbaik untuk hidup saya. Today my life begins. Bismillahirahmanirrahim. 

I got a message like this from my Director when I thank her for the experience and opportunity that given to me. How I really adore you, Mbak. Tetaplah membumi.
 
 

LOVE THE LIFE YOU LIVE Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea