Showing posts with label ugm. Show all posts
Showing posts with label ugm. Show all posts

May 01, 2015

AFIKS DERIVASI BA- DALAM BAHASA MINANGKABAU (KAJIAN MORFOLOGI)

Posted by Retya Elsivia at 9:50 PM


PENDAHULUAN
Bahasa adalah sistem bunyi yang arbiter, konvensional yang digunakan oleh manusia sebagai sarana komunikasi. Bahasa pertama yang digunakan dalam komunikasi sehari-hari adalah bahasa ibu atau bahasa daerah. Bahasa daerah merupakan bahasa pertama atau bahasa ibu yang digunakan dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat kedaerahan sesuai dengan kebudayaan daerah masyarakat pemakainnya (Samsuri, 1991). Bahasa daerah adalah identitas sebuah bangsa yang perlu dipelihara dan dilestarikan. Salah satu usaha untuk pelestarian bahasa dapat dilaksanakan dengan penelitian terhadap bahasa daerah, karena dengan demikian bahasa daerah akan tetap berkembang seiring perkembangan bahasa Indonesia dan asing lainnya. Salah satu bahasa daerah di Nusantara adalah bahasa Minangkabau.  Bahasa Minangkabau adalah bahasa yang dipakai untuk berkomunikasi oleh masyarakat Sumatera Barat dalam kehidupan sehari-hari. Berpijak dari pentingnya kedudukan bahasa daerah, maka kajian tentang bahasa Minangkabau perlu mendapat perhatian khusus, yaitu dengan penelitian kajian morfologi. 
Morfologi ialah ilmu yang mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan bentuk kata atau struktur kata dan pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap jenis kata dan makna kata (Yasin, 1988). Salah satu bentuk morfologis adalah afiksasi. Menurut Kridalaksana (2009), afiksasi adalah proses yang mengubah leksem menjadi kata kompleks. Sedangkan afiks adalah sebuah bentuk, biasanya berupa morfem terikat, yang diimbuhkan pada sebuah dasar dalam proses pembentukan kata (Chaer, 2012).Jadi proses afikasasi merupakan suatu proses pembubuhan atau penambahan afiks pada bentuk dasar sehingga menjadi bentuk kompleks. Bentuk dasar yang dimaksud bisa dalam bentuk akar maupun frase, sedangkan proses afiksasi ini dapat berupa derivasi maupun infleksi. Derivasi dan infleksi merupakan bagian dari proses morfologis yang terdapat pada setiap bahasa dan sangat penting untuk dipelajari untuk melihat pengkategorian kelas kata dan kekonsistensistenan proses tersebut di dalam suatu bahasa.
Penelitian ini terbatas pada afiksasi yang berderivasi. Katamba (1993:7) mengatakan bahwa derivasi berarti terdapat perbedaan antara input (bentuk dasar)  dan output (bentuk jadian) sebagai hasil dari proses afiksasi. Perbedaan yang dimaksud meliputi (i) kategori kata (ii) makna leksikal kedua yang dimaksud. Sedangkan menurut Chaer (2012), pembentukan kata secara derivatif membentuk kata baru, kata yang identitas leksikalnya tidak sama dengan dengan kata dasarnya. Perbedaan identitas leksikal terutama berkenaan dengan makna, sebab meskipun kelasnya sama, seperti kata makanan dan pemakan, yang sama-sama berkelas nomina, tetapi maknanya tidak sama. Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa derivasi adalah pembentukan kata dengan menambahkan afiks pada kata dasar sehingga membentuk kata baru yang berbeda identitas leksikalnya.
PEMBAHASAN
Proses derivasi yang berupa pengimbuhan afiks derivasi ba- pada N dapat menurunkan:
1.      Proses Derivasi: Afiks derivasi ba- + N tindakan à V tindakan
Proses derivasi yang berupa pengimbuhan afiks derivasi ba- pada N akan menurunkan V tindakan. Proses derivasi ini merupakan verbalisasi tindakan. Hal ini dinyatakan dalam bentuk rumusan berikut ini:
 ba- + N tindakan  à V tindakan
Afiks derivasi ba- yang menurunkan V tindakan dari N tindakan (baik N dasar maupun N turunan) adalah seperti berikut.
a.      Ndak tau nyo kalau awak bahutang banyak
(Dia tidak tahu kalau saya punya banyak hutang)
b.      Kami sadang bapuaso hari ko
(hari ini kami sedang berpuasa)
c.       inyo pai barubek ka rumah sakik patang
(kemaren dia pergi berobat ke rumah sakit)
d.      iyo, si Ita lah bacarito tantang masalah ko
(iya, Ita sudah bercerita tentang masalah ini)
e.       tipenyo kalau bajanji kancang
(dia tipe orang yang suka cepat bikin janji)
Pada contoh di atas terdapat V tindakan bahutang, bapuaso, barubek, bacarito, bajanji. Proses afikasasi derivasi ini adalah pengimbuhan afiks derivasi ba- pada N tindakan seperti hutang, puaso, ubek, carito, janji. Pengimbuhan afiks derivasi ba- pada N tindakan (baik N dasar maupun N turunan) berfungsi menurunkan V tindakan atau verbalisasi tindakan (N tindakan à V tindakan). Perbedaan kelas kata dasar (input) dengan N (output) diketahui dengan tes keanggotaan kategorial kata dan teknik oposisi dua-dua seperti berikut ini.
DASAR                PROSES AFIKSASI                                                VERBA
N tindakan                                                                                   V tindakan                
hutang (N)             afiks derivasi ba- + N tindakan                      Bahutang (V)
puaso (N)              afiks derivasi ba- + N tindakan                      Bapuaso (V)
ubek (N)                afiks derivasi ba- + N tindakan                      Barubek (V)
carito (N)              afiks derivasi ba- + N tindakan                      Bacarito (V)
janji (N)                 afiks derivasi ba- + N tindakan                      Bajanji (V)
Berdasarkan identifikasi dan oposisi kelas kata N turunan dengan D, afiks derivasi ba- berfungsi mengubah kelas kata N tindakan menjadi V tindakan (Ntindà Vtind.) dan berarti pula mengubah leksem N menjadi leksem V. Pada contoh di atas, afiks derivasi ba- mengubah leksem N hutang, puaso, ubek, carito, janji menjadi leksem V bahutang, bapuaso, barubek, bacarito, bajanji.
2.      Proses Derivasi: Afiks derivasi ba- + N keadaan  = V keadaan
Proses derivasi yang berupa pengimbuhan afiks derivasi ba- pada N akan menurunkan V keadaan. Proses derivasi ini merupakan verbalisasi keadaan. Hal ini dinyatakan dalam bentuk rumusan berikut ini:
 ba- + N keadaan  à V keadaan
Afiks derivasi ba- yang menurunkan V keadaan dari N keadaan (baik N dasar maupun N turunan) adalah seperti berikut.
a.         Banyak jalan nan lah balubang
(banyak jalan yang sudah berlubang)
b.         Baa kok duduak bajarak takah ko?
(kenapa duduknya berjarak seperti ini?)
c.         Basaba lah dulu yo, beko den carian
(sabar dulu ya, nanti saya carikan)
d.         Rumah den bajauahan jo rumahnyo.
(rumahku berjauhan dengan rumahnya)
e.         Basiso sadonyo makanan nan ado di rumah ko
(semua makanan bersisa di rumah ini)
Pada contoh di atas terdapat V keadaan balubang, bajarak, basaba, bajauahan, basiso. Proses afikasasi derivasi ini adalah pengimbuhan afiks derivasi ba- pada N keadaan seperti lubang, jarak, saba, jauah, siso. Pengimbuhan afiks derivasi ba- pada N keadaan (baik N dasar maupun N turunan) berfungsi menurunkan V keadaan atau verbalisasi keadaan (N keadaan à V keadaan). Perbedaan kelas kata dasar (input) dengan N (output) diketahui dengan tes keanggotaan kategorial kata dan teknik oposisi dua-dua seperti berikut ini.
DASAR                PROSES AFIKSASI                                                VERBA
N keadaan                                                                                    V keadaan                 
lubang (N)             afiks derivasi ba- + N keadaan                       Balubang (V)
jarak (N)               afiks derivasi ba- + N keadaan                       Bajarak (V)
saba (N)                afiks derivasi ba- + N keadaan                       Basaba (V)
jauah (N)               afiks derivasi ba- + N keadaan                       Bajauahan (V)
siso (N)                  afiks derivasi ba- + N keadaan                       Basiso (V)
Berdasarkan identifikasi dan oposisi kelas kata N turunan dengan D, afiks derivasi ba- berfungsi mengubah kelas kata N keadaan menjadi V keadaan (Nkeaà Vkea.) dan berarti pula mengubah leksem N menjadi leksem V. Pada contoh di atas, afiks derivasi ba- mengubah leksem N lubang, jarak, saba, jauah, siso menjadi leksem V balubang, bajarak, basaba, bajauhan, basiso.
3.      Proses Derivasi: Afiks derivasi ba- + Nabstrak = V abstrak
Proses derivasi yang berupa pengimbuhan afiks derivasi ba- pada N akan menurunkan V abstrak. Proses derivasi ini merupakan verbalisasi abstrak. Hal ini dinyatakan dalam bentuk rumusan berikut ini:
 ba- + N abstrak  à V abstrak
Afiks derivasi ba- yang menurunkan V abstrak dari N abstrak (baik N dasar maupun N turunan) adalah seperti berikut.
a.      Gambar kau ndak babantuak baa ko
(gambarmu tidak berbentuk seperti ini)
b.         Balam bawujuik kahitaman.
(Balam berwujud kehitaman)
c.         Alah lamo den ndak bahubungan jo Riri.
(sudah lama aku tidak berhubungan dengan Riri)
d.         Wak ndak bamukasuik bantuak tu tadi do
(aku tidak bermaksud seperti itu tadi)
e.         Awak bamimpi tantang carito yang dikecekan Uni patang
(saya bermimpi tentang cerita yang Uni bilang kemaren)
Pada contoh di atas terdapat V abstrak babantuak, bawujuik, bahubungan, bamukasuik, bamimpi. Proses afikasasi derivasi ini adalah pengimbuhan afiks derivasi ba- pada N abstrak seperti bantuak, wujuik, hubungan, mukasuik, mimpi. Pengimbuhan afiks derivasi ba- pada N abstrak (baik N dasar maupun N turunan) berfungsi menurunkan V abstrak atau verbalisasi abstrak (N abstrak à V abstrak). Perbedaan kelas kata dasar (input) dengan N (output) diketahui dengan tes keanggotaan kategorial kata dan teknik oposisi dua-dua seperti berikut ini.
DASAR                PROSES AFIKSASI                                                VERBA
N abstrak                                                                                     V abstrak                  
bantuak (N)           afiks derivasi ba- + N abstrak                         Babantuak (V)
wujuik (N)             afiks derivasi ba- + N abstrak                         Bawujuik (V)
hubungan (N)        afiks derivasi ba- + N abstrak                         Bahubungan (V)
mukasuik (N)         afiks derivasi ba- + N abstrak                         Bamukasuik (V)
mimpi (N)              afiks derivasi ba- + N abstrak                         Bamimpi (V)
Berdasarkan identifikasi dan oposisi kelas kata N turunan dengan D, afiks derivasi ba- berfungsi mengubah kelas kata N abstrak menjadi V abstrak (Nabsà Vabs.) dan berarti pula mengubah leksem N menjadi leksem V. Pada contoh di atas, afiks derivasi ba- mengubah leksem N bantuak, wujuik, hubungan, mukasuik, mimpi menjadi leksem V babantuak, bawujuik, bahubungan, bamukasuik, bamimpi.
4.      Proses Derivasi: Afiks derivasi ba- + N = V kepemilikan
Proses derivasi yang berupa pengimbuhan afiks derivasi ba- pada N akan menurunkan V kepemilikan. Proses derivasi ini merupakan verbalisasi kepemilikan. Hal ini dinyatakan dalam bentuk rumusan berikut ini:
 ba- +      N   à V kepemilikan
Afiks derivasi ba- yang menurunkan V kepemilikan dari N adalah seperti berikut.
a.         Urang kayo tantulah baoto rancaknyo
(orang kaya pasti bermobil bagus)
b.         Karajo den basawah salamo ko
(kerja saya bersawah selama ini)
c.         Ndak disangko kironyo inyo babini duo
(tidak disangka ternyata dia beristri dua)
d.         Anak ketek baru lahia ko alun banamo
(anak kecil baru lahir ini belum bernama)
e.         Abak suko bana basaluang di muko rumah.
(ayah suka sekali bersalung di depan rumah)
Pada contoh di atas terdapat V kepemilikan baoto, basawah, babini, banamo, basaluang. Proses afikasasi derivasi ini adalah pengimbuhan afiks derivasi ba- pada N seperti oto, sawah, bini, namo, saluang. Pengimbuhan afiks derivasi ba- pada N berfungsi menurunkan V kepemilikan atau verbalisasi kepemilikan ( N à V kepemilikan). Perbedaan kelas kata dasar (input) dengan N (output) diketahui dengan tes keanggotaan kategorial kata dan teknik oposisi dua-dua seperti berikut ini.
DASAR                PROSES AFIKSASI                                                VERBA
N                                                                                                   V kepemilikan
oto (N)                   afiks derivasi ba- + N kepemilikan                 Baoto (V)
sawah (N)             afiks derivasi ba- + N kepemilikan                 Basawah (V)
bini (N)                  afiks derivasi ba- + N kepemilikan                 Babini (V)
namo (N)               afiks derivasi ba- + N kepemilikan                 Banamo (V)
saluang (N)           afiks derivasi ba- + N kepemilikan                 Basaluang (V)
Berdasarkan identifikasi dan oposisi kelas kata N turunan dengan D, afiks derivasi ba- berfungsi mengubah kelas kata N menjadi V kepemilikan (Nà Vkep.) dan berarti pula mengubah leksem N menjadi leksem V. Pada contoh di atas, afiks derivasi ba- mengubah leksem N oto, sawah, bini, namo, saluang menjadi leksem V baoto, basawah, babini, banamo, basaluang.

REFERERENSI
1.      Chaer, Abdul. 2012. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
2.      Kamus Besar Bahasa Indonesia [Online] Tersedia: http://kbbi.web.id/
3.      Kridalaksana, H. 2009. Kamus Linguistik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
4.      Yasin, Sulchan. 1988. Tinjauan Deskriptif Seputar Morfologi. Surabaya: Usana Offset Printing.


ILMU DAN TEKNOLOGI

Posted by Retya Elsivia at 9:46 PM

Bunge menyatakan bahwa filsafat masih memberikan pengertian yang tidak pasti akan pengertian teknologi itu sendiri, sebagian orang ada yang mengatakan sebagai teknik dan sebagian lagi mengatakan teknologi sebagai ilmu terapan (termasuk ilmu kedokteran dan perencanaan kota).
Pengertian teknologi yang tertua, sangat sederhana dan paling umum dikenal oleh banyak orang ialah barang buatan dari manusia. Barang buatan itu biasanya dilawankan dengan benda alam. Misalnya sebatang kayu dari pohon yang tumbang adalah suatu benda alam. Kalau kemudian batang kayu dari pohon itu dipotong, dipahat, dibentuk dan dilakukan penggarapan lainnya oleh manusia sehingga menjadi sebuah perahu yang digunakan untuk menyeberangi sungai, maka batang kayu itu akan berubah menjadi barang buatan yang disebut teknologi. Kata ‘teknologi’ baru diciptakan orang pada sekitar tahun 1777, pada awal zaman modern.
Pengertian teknologi menurut ahli:
1.      Menurut Robert Lindsay dalam bukunya The Role of Science in Civilization, kalau ilmu adalah suatu metode untuk pelukisan, penciptaan dan pemahaman dari pengalaman manusiawi, teknologi dapat didefiniskan sebagai kegiatan manusiawi yang diarahkan pada pemuasan kebutuhan-kebutuhan manusiawi (yang nyata atau khayalan) dengan penggunaan yang lebih efektif dari lingkungan manusia.
2.      Menurut Willard Poppy, teknologi adalah kegiatan yang dengannya manusia merencanakan dan menciptakan benda-benda material yang bernilai praktis. Mobil, pesawat televisi, serbuk sabun buatan, kendaraan ruang angkasa, dan serat buatan adalah hasil-hasil teknologi.
Landislav Tondl membedakan tiga ragam dasar teknologi yang sekaligus menunjukkan perkembangan historis yang berlainan, yaitu:
1.      Alat
Sesuatu alat misalnya ialah kapak, palu, pengungkit, obeng atau pisau. Alat ini bergerak semata-mata berdasarkan dari otot manusia. Pada umumnya manusialah yang membimbing dan mengendalikan alat-alat, dengan demikian manusia jugalah yang menjadi sumber informasi.
2.      Mesin
Mesin adalah sesuatu sistem peralatan yang tidak menggunakan tenaga manusia, melainkan sumber-sumber tenaga diluar manusia seperti misalnya hewan peliharaan, tenaga angin, atau arus air. Mesin yang lebih tinggi ragamnya menggunakan tenaga yang merupakan perubahan bentuk dari sesuatu sumber daya alam, misalnya air yang telah digodok mendindih berubah menjadi tenaga uap. Mesin-mesin ini masih tetap memerlukan manusia untuk membimbing dan menggendalikannya. Jadi manusia masih tetap merupakan sumber informasi walaupun sudah tidak lagi menjadi sumber tenaganya.
3.      Automaton
Perlengkapan teknologi yang paling tinggi ragamnya dan paling canggih dinamakan automaton (perlengkapan otomatis yang dapat berjalan dan mengatur sendiri).

Perlengkapan mampu membuat keputusan dan mengatur sendiri. Misalnya kalau lemari es yang kalau udara didalamnya sudah terlampau dingin melampaui ukuran tertentu akan mematikan sendiri mesin pendinginnya. Kalau lemari es itu sering dibuka sehingga udara dinginnya kurang dari ukuran tertentu, secara otomatis mesin pendinginnya akan menyala bekerja kembali. Jadi automatum bekerja dengan proses otomatis yang meniadakan manusia sebagai sumber informasi untuk membimbing dan mengendalikannya.
Sampai abad XIX, pada umumnya orang masih menganggap teknologi sebagai keuntungan bagi kehidupan masyarakat. Tetapi dalam abad XX mulai timbul suara-suara sumbang terhadap kemajuan teknologi terkait dengan adanya pencemaran lingkungan dan bahaya lain dari teknologi yang tak dapat dibatasi sehingga melahirkan gerakan antiteknologi yang dipelopori oleh ahli sosiologi Perancis, Jasques Ellul yang dalam 1954 menerbitkan bukunya berjudul La technique: L’Enjeu du siècle. Menurut Ellul, pada zaman prasejarah manusia menciptakan teknik semata-mata karena kebutuhan. Tetapi pada zaman modern, orang mengembangkan teknologi untuk mencari uang. Usaha mengejar efisiensi menjadi sebuah tujuan tersendiri untuk menguasai manusia dan menghancurkan kualitas dari hidupnya.
Namun pada dasarnya semua ahli sependapat bahwa teknologi pada dasarnya adalah netral. Menurut Lynn White, teknologi hanyalah membukakan pintu dan tidak memaksa orang untuk memasukinya. Ahli-ahli seperti Edmundo O’ Gorman dan Edward Madden secara tegas mengatakan bahwa teknolgi menurut sifatnya sendiri tidaklah baik dan tidaklah buruk, melainkan dapat digunakan untuk maksud baik dan maksud buruk.
Adapun tugas pokok teknologi dalam masyarakat manusia adalah memperluas dunia kemungkinan manusia yang bersifat praktis.    
Penggolongan teknologi:
Goodwin dalam bukunya Technology and Culture membagi teknologi dalam beberapa penggolongan, diantaranya:
1.      Pengangkutan
·         Pengangkutan darat (jalan dan kendaraan, jalan kereta api dan kendaraan)
·         Pengangkutan laut (kapal, pelayaran dan pemetaan, terusan dan perahu)
·         Pengangkutan udara dan ruang angkasa (pesawat terbang dan pesawat ruang angkasa)
2.      Pengubahan tenaga
·         Keinsinyuran air
·         Mesin pembakaran dalam
·         Mesin uap
·         Stasiun pusat listrik-uap
·         Penyaluran tenaga listrik
·         Penerangan
·         Pemasangan dan penukaran udara
·         Pendinginan
·         Pabrik tenaga luar, matahari, dam pengubahan langsung
3.      Teknologi Mekanis dan Elektro-mekanis
·         Alat, mesin, instrument, penunjuk waktu, mesin hitung, dan computer
·         Pengendalian otomatis
·         Mesin tik
·         Mesin jahit dan lain-lain
·         Pemancaran tenaga secara mekanis
·         Bobot dan ukuran
4.      Komunikasi dan Rekaman
·         Percetakan
·         Telegraf
·         Telepon
·         Radio
·         Fotograf dan perekam
·         Pemotretan
Ilmu dan teknologi merupakan dua hal yang berlainan. Perbedaan ilmu dan teknologi dapat dilihat pada kerangka sistem dari lima segi berupa:
Segi                                         Ilmu                                                    Teknologi
  • Tujuan                         1. Mencari pengetahuan                      1. Menciptakan barang
                 2. Memperoleh pengetahuan               2. Mengusahakan perubahan                          
§  Hasil                            Karya tulis ilmiah                                barang teknologis
§  Lingkungan                 Kebudayaan umumnya,                      Kebudayaan umumnya
khususnya teknologi                           khususnya ilmu
§  Sumber                        Pengetahuan yang ada                        Berbagai sumber alam,
manusia, dan pengetahuan     
§  Aktivitas                     Penelitian                                            Pembikinan sampai produksi 
§  Kontrol                        Berdasarkan umpan balik                    Berdasarkan umpan balik
peralatan keilmuan                              pengetahuan ilmiah
Ilmu terapan dan teknologi merupakan aktivitas yang berlainan. Yang satu memberikan pengetahuan, mungkin dengan dorongan batin untuk kemungkinan penerapan, dan yang satunya lagi senyatanya untuk melakukan sesuatu yang baru. Ilmu terapan merupakan ilmu murni yang diterapkan yakni mempergunakan hasil-hasil penemuan ilmu murni untuk menyelesaikan tugas-tugas yang mempunyai tujuan praktis. Sebagai contoh penelitian dalam ilmu sel-sel (cytology) merupakan ilmu murni, sedangkan penelitian kanker untuk menemukan upaya untuk mengatasi penyakit itu adalah ilmu terapan. Sedangkan ahli teknologi mengusahakan untuk membuat sebuah alat yang bisa menyembuhkan penyakit kanker dengan alat-alat terbaru dan canggih pada saat ini.  



4 POLA HUBUNGAN ANTARA TEKNOLOGI DAN ILMU

A

D

C

B
 


Berdasarkan bagan, hubungan teknologi dan ilmu menunjukkan hubungan berikut:
  1. Teknologi dan ilmu masing-masing berkembang dan mencapai kemajuan sendiri-sendiri tanpa pengaruh penting dorongan utama dari pihak lainnya.
  2. Teknologi merupakan pihak utama yang mendorong perkembangan ilmu atau membantu kemajuan ilmu.
  3. Ilmu merupakan pihak utama yang mendorong perkembangan teknologi atau membantu kemajuan teknologi
  4. Teknologi dan ilmu mempunyai saling kaitan dan pengaruh timbal-balik yang saling memacu perkembangan dan kemajuan masing-masing.
HUBUNGAN SALING MENGHIDUPI ANTARA TEKNOLOGI DENGAN ILMU DEWASA INI
Ilmu dan Teknologi berhubungan simbiotis, yaitu saling memetik manfaat secara timbal-balik.
Pola hubungan ilmu dan teknologi yang saling memacu kemajuan masing-masing dapat lebih diperjelas dengan kerangka sistem.
Teknologi sebagai sistem                                                      Ilmu sebagai Lingkungan
                                                
Hubungan Teknologi dengan Ilmu
Teknologi sebagai sebuah sistem keterampilan praktis mempunyai sebuah input yang kemudian dipergunakan untuk menghasilkan output. Salah satu sumber yang digunakan adalah pengetahuan yang berupa pengetahuan ilmiah meliputi asas, kaidah, dan teori ilmiah. Onput ini digunakan oleh teknologi untuk menghasilkan output berupa barang, mesin atau prosedur.
Contoh pengetahuan ilmiah yang memacu kemajuan teknologi:
  1. Teori James Clerk Maxwell, imu elektromagnetik mengembangkan teknologi kelistrikan
  2. Teori informasi yang dirumuskan oleh para ahli matematika dari hasil penelitian ilmiah mengembangkan aneka perangkat komputer elektronik
  3. Kemajuan fisika terutama nuclear physics mengembangkan persenjataan nuklir
Di sisi lain, Ilmu juga memerlukan bantuan teknologi berupa perlengkapan dan proses teknis untuk memacu kemajuannya dalam penelitian. Ini dapat terlihat pada:
Ilmu sebagai sistem                                                               Teknologi sebagai lingkungan
                                            
Hubungan Ilmu dengan Teknologi
Teknologi memacu perkembangan dan kemajuan ilmu dengan menyediakan berbagai instrumentasi pengamatan, pengukuran, pencatatan, pengendalian serta aneka perlengkapan dan proses teknis yang khusus diperlukan dalam penelitian ilmiah. Contoh: perlengkapan laboratorium (bukan input, tapi sarana)
Contoh peralatan hasil teknologi yang memacu kemajuan ilmu:
  1. pada zaman kuno para filsuf yang ahli perbintangan hanya bisa membuat perekaan-perekaan mengenai jagat raya. Terciptanya teropong bintang mengembangkan astronomi modern, seperti teori Galileo dan Kepler;
  2. Penciptaan mikroskop melahirkan biologi, zoologi , dan bakteriologi.
  3. Teori magnetisme William Gilbert dirumuskan berdasarkan pemakaian kompas yang telah ada dan cabang ilmu termodinamika lahir berdasarkan perkembangan teknik dari mesin uap
  4. Sejak mid abad 20, pemakaian komputer telah mengembangkan berbagai cabang ilmu. Ini kasus nyata mengenai peranan teknologi memacu kemajuan ilmu.

DAFTAR PUSTAKA
1.      The Liang Gie.1996. Pengantar Filsafat Teknologi. Penerbit Andi. Yogyakarta


 

LOVE THE LIFE YOU LIVE Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea