May 01, 2015

ILMU DAN TEKNOLOGI

Posted by Retya Elsivia at 9:46 PM

Bunge menyatakan bahwa filsafat masih memberikan pengertian yang tidak pasti akan pengertian teknologi itu sendiri, sebagian orang ada yang mengatakan sebagai teknik dan sebagian lagi mengatakan teknologi sebagai ilmu terapan (termasuk ilmu kedokteran dan perencanaan kota).
Pengertian teknologi yang tertua, sangat sederhana dan paling umum dikenal oleh banyak orang ialah barang buatan dari manusia. Barang buatan itu biasanya dilawankan dengan benda alam. Misalnya sebatang kayu dari pohon yang tumbang adalah suatu benda alam. Kalau kemudian batang kayu dari pohon itu dipotong, dipahat, dibentuk dan dilakukan penggarapan lainnya oleh manusia sehingga menjadi sebuah perahu yang digunakan untuk menyeberangi sungai, maka batang kayu itu akan berubah menjadi barang buatan yang disebut teknologi. Kata ‘teknologi’ baru diciptakan orang pada sekitar tahun 1777, pada awal zaman modern.
Pengertian teknologi menurut ahli:
1.      Menurut Robert Lindsay dalam bukunya The Role of Science in Civilization, kalau ilmu adalah suatu metode untuk pelukisan, penciptaan dan pemahaman dari pengalaman manusiawi, teknologi dapat didefiniskan sebagai kegiatan manusiawi yang diarahkan pada pemuasan kebutuhan-kebutuhan manusiawi (yang nyata atau khayalan) dengan penggunaan yang lebih efektif dari lingkungan manusia.
2.      Menurut Willard Poppy, teknologi adalah kegiatan yang dengannya manusia merencanakan dan menciptakan benda-benda material yang bernilai praktis. Mobil, pesawat televisi, serbuk sabun buatan, kendaraan ruang angkasa, dan serat buatan adalah hasil-hasil teknologi.
Landislav Tondl membedakan tiga ragam dasar teknologi yang sekaligus menunjukkan perkembangan historis yang berlainan, yaitu:
1.      Alat
Sesuatu alat misalnya ialah kapak, palu, pengungkit, obeng atau pisau. Alat ini bergerak semata-mata berdasarkan dari otot manusia. Pada umumnya manusialah yang membimbing dan mengendalikan alat-alat, dengan demikian manusia jugalah yang menjadi sumber informasi.
2.      Mesin
Mesin adalah sesuatu sistem peralatan yang tidak menggunakan tenaga manusia, melainkan sumber-sumber tenaga diluar manusia seperti misalnya hewan peliharaan, tenaga angin, atau arus air. Mesin yang lebih tinggi ragamnya menggunakan tenaga yang merupakan perubahan bentuk dari sesuatu sumber daya alam, misalnya air yang telah digodok mendindih berubah menjadi tenaga uap. Mesin-mesin ini masih tetap memerlukan manusia untuk membimbing dan menggendalikannya. Jadi manusia masih tetap merupakan sumber informasi walaupun sudah tidak lagi menjadi sumber tenaganya.
3.      Automaton
Perlengkapan teknologi yang paling tinggi ragamnya dan paling canggih dinamakan automaton (perlengkapan otomatis yang dapat berjalan dan mengatur sendiri).

Perlengkapan mampu membuat keputusan dan mengatur sendiri. Misalnya kalau lemari es yang kalau udara didalamnya sudah terlampau dingin melampaui ukuran tertentu akan mematikan sendiri mesin pendinginnya. Kalau lemari es itu sering dibuka sehingga udara dinginnya kurang dari ukuran tertentu, secara otomatis mesin pendinginnya akan menyala bekerja kembali. Jadi automatum bekerja dengan proses otomatis yang meniadakan manusia sebagai sumber informasi untuk membimbing dan mengendalikannya.
Sampai abad XIX, pada umumnya orang masih menganggap teknologi sebagai keuntungan bagi kehidupan masyarakat. Tetapi dalam abad XX mulai timbul suara-suara sumbang terhadap kemajuan teknologi terkait dengan adanya pencemaran lingkungan dan bahaya lain dari teknologi yang tak dapat dibatasi sehingga melahirkan gerakan antiteknologi yang dipelopori oleh ahli sosiologi Perancis, Jasques Ellul yang dalam 1954 menerbitkan bukunya berjudul La technique: L’Enjeu du siècle. Menurut Ellul, pada zaman prasejarah manusia menciptakan teknik semata-mata karena kebutuhan. Tetapi pada zaman modern, orang mengembangkan teknologi untuk mencari uang. Usaha mengejar efisiensi menjadi sebuah tujuan tersendiri untuk menguasai manusia dan menghancurkan kualitas dari hidupnya.
Namun pada dasarnya semua ahli sependapat bahwa teknologi pada dasarnya adalah netral. Menurut Lynn White, teknologi hanyalah membukakan pintu dan tidak memaksa orang untuk memasukinya. Ahli-ahli seperti Edmundo O’ Gorman dan Edward Madden secara tegas mengatakan bahwa teknolgi menurut sifatnya sendiri tidaklah baik dan tidaklah buruk, melainkan dapat digunakan untuk maksud baik dan maksud buruk.
Adapun tugas pokok teknologi dalam masyarakat manusia adalah memperluas dunia kemungkinan manusia yang bersifat praktis.    
Penggolongan teknologi:
Goodwin dalam bukunya Technology and Culture membagi teknologi dalam beberapa penggolongan, diantaranya:
1.      Pengangkutan
·         Pengangkutan darat (jalan dan kendaraan, jalan kereta api dan kendaraan)
·         Pengangkutan laut (kapal, pelayaran dan pemetaan, terusan dan perahu)
·         Pengangkutan udara dan ruang angkasa (pesawat terbang dan pesawat ruang angkasa)
2.      Pengubahan tenaga
·         Keinsinyuran air
·         Mesin pembakaran dalam
·         Mesin uap
·         Stasiun pusat listrik-uap
·         Penyaluran tenaga listrik
·         Penerangan
·         Pemasangan dan penukaran udara
·         Pendinginan
·         Pabrik tenaga luar, matahari, dam pengubahan langsung
3.      Teknologi Mekanis dan Elektro-mekanis
·         Alat, mesin, instrument, penunjuk waktu, mesin hitung, dan computer
·         Pengendalian otomatis
·         Mesin tik
·         Mesin jahit dan lain-lain
·         Pemancaran tenaga secara mekanis
·         Bobot dan ukuran
4.      Komunikasi dan Rekaman
·         Percetakan
·         Telegraf
·         Telepon
·         Radio
·         Fotograf dan perekam
·         Pemotretan
Ilmu dan teknologi merupakan dua hal yang berlainan. Perbedaan ilmu dan teknologi dapat dilihat pada kerangka sistem dari lima segi berupa:
Segi                                         Ilmu                                                    Teknologi
  • Tujuan                         1. Mencari pengetahuan                      1. Menciptakan barang
                 2. Memperoleh pengetahuan               2. Mengusahakan perubahan                          
§  Hasil                            Karya tulis ilmiah                                barang teknologis
§  Lingkungan                 Kebudayaan umumnya,                      Kebudayaan umumnya
khususnya teknologi                           khususnya ilmu
§  Sumber                        Pengetahuan yang ada                        Berbagai sumber alam,
manusia, dan pengetahuan     
§  Aktivitas                     Penelitian                                            Pembikinan sampai produksi 
§  Kontrol                        Berdasarkan umpan balik                    Berdasarkan umpan balik
peralatan keilmuan                              pengetahuan ilmiah
Ilmu terapan dan teknologi merupakan aktivitas yang berlainan. Yang satu memberikan pengetahuan, mungkin dengan dorongan batin untuk kemungkinan penerapan, dan yang satunya lagi senyatanya untuk melakukan sesuatu yang baru. Ilmu terapan merupakan ilmu murni yang diterapkan yakni mempergunakan hasil-hasil penemuan ilmu murni untuk menyelesaikan tugas-tugas yang mempunyai tujuan praktis. Sebagai contoh penelitian dalam ilmu sel-sel (cytology) merupakan ilmu murni, sedangkan penelitian kanker untuk menemukan upaya untuk mengatasi penyakit itu adalah ilmu terapan. Sedangkan ahli teknologi mengusahakan untuk membuat sebuah alat yang bisa menyembuhkan penyakit kanker dengan alat-alat terbaru dan canggih pada saat ini.  



4 POLA HUBUNGAN ANTARA TEKNOLOGI DAN ILMU

A

D

C

B
 


Berdasarkan bagan, hubungan teknologi dan ilmu menunjukkan hubungan berikut:
  1. Teknologi dan ilmu masing-masing berkembang dan mencapai kemajuan sendiri-sendiri tanpa pengaruh penting dorongan utama dari pihak lainnya.
  2. Teknologi merupakan pihak utama yang mendorong perkembangan ilmu atau membantu kemajuan ilmu.
  3. Ilmu merupakan pihak utama yang mendorong perkembangan teknologi atau membantu kemajuan teknologi
  4. Teknologi dan ilmu mempunyai saling kaitan dan pengaruh timbal-balik yang saling memacu perkembangan dan kemajuan masing-masing.
HUBUNGAN SALING MENGHIDUPI ANTARA TEKNOLOGI DENGAN ILMU DEWASA INI
Ilmu dan Teknologi berhubungan simbiotis, yaitu saling memetik manfaat secara timbal-balik.
Pola hubungan ilmu dan teknologi yang saling memacu kemajuan masing-masing dapat lebih diperjelas dengan kerangka sistem.
Teknologi sebagai sistem                                                      Ilmu sebagai Lingkungan
                                                
Hubungan Teknologi dengan Ilmu
Teknologi sebagai sebuah sistem keterampilan praktis mempunyai sebuah input yang kemudian dipergunakan untuk menghasilkan output. Salah satu sumber yang digunakan adalah pengetahuan yang berupa pengetahuan ilmiah meliputi asas, kaidah, dan teori ilmiah. Onput ini digunakan oleh teknologi untuk menghasilkan output berupa barang, mesin atau prosedur.
Contoh pengetahuan ilmiah yang memacu kemajuan teknologi:
  1. Teori James Clerk Maxwell, imu elektromagnetik mengembangkan teknologi kelistrikan
  2. Teori informasi yang dirumuskan oleh para ahli matematika dari hasil penelitian ilmiah mengembangkan aneka perangkat komputer elektronik
  3. Kemajuan fisika terutama nuclear physics mengembangkan persenjataan nuklir
Di sisi lain, Ilmu juga memerlukan bantuan teknologi berupa perlengkapan dan proses teknis untuk memacu kemajuannya dalam penelitian. Ini dapat terlihat pada:
Ilmu sebagai sistem                                                               Teknologi sebagai lingkungan
                                            
Hubungan Ilmu dengan Teknologi
Teknologi memacu perkembangan dan kemajuan ilmu dengan menyediakan berbagai instrumentasi pengamatan, pengukuran, pencatatan, pengendalian serta aneka perlengkapan dan proses teknis yang khusus diperlukan dalam penelitian ilmiah. Contoh: perlengkapan laboratorium (bukan input, tapi sarana)
Contoh peralatan hasil teknologi yang memacu kemajuan ilmu:
  1. pada zaman kuno para filsuf yang ahli perbintangan hanya bisa membuat perekaan-perekaan mengenai jagat raya. Terciptanya teropong bintang mengembangkan astronomi modern, seperti teori Galileo dan Kepler;
  2. Penciptaan mikroskop melahirkan biologi, zoologi , dan bakteriologi.
  3. Teori magnetisme William Gilbert dirumuskan berdasarkan pemakaian kompas yang telah ada dan cabang ilmu termodinamika lahir berdasarkan perkembangan teknik dari mesin uap
  4. Sejak mid abad 20, pemakaian komputer telah mengembangkan berbagai cabang ilmu. Ini kasus nyata mengenai peranan teknologi memacu kemajuan ilmu.

DAFTAR PUSTAKA
1.      The Liang Gie.1996. Pengantar Filsafat Teknologi. Penerbit Andi. Yogyakarta


The Advantages of Being Bilingual

Posted by Retya Elsivia at 9:37 PM
Many people believe language is one of the gifts from God. Language not only allows people to express their thoughts and feelings but also to communicate with other. Based on Ethnologue’s latest statistics, the number of living languages in the world is about 7.106 (Ethnologue, 2014). Some people have capacity to know and use two or three or even more languages fluently. Those who have this ability are known as bilingual or multilingual person. One of founding fathers of bilingual studies, Uriel Weinreich, agree that “the practice of alternate using two languages will be called bilingualism, and the person involved, bilingual” (Hoffman, 1991). Bilingualism is common phenomena that occur in all the countries of the world in which people overwhelmingly attempt to learn another language other than their mother language. In article entitled Bilingualism, Birner states that there are a lot of advantages to knowing more than one language (Birner, n.d). This essay offers three reasons to support Birner’s idea. Being bilingual may improve brain function, create opportunity to learn third language and increase cross-cultural awareness.
            First, bilingualism is one of the exercise to optimize brain functioning. The brain plays an important role in human life. In the first stage, when people learn a new language, they will challenge their brain to recognize, remember and understand the language. They have to learn the words, phrases, sentences, grammar rules and all unusual features in their brain. These activities continuously stimulate the brain to think until people become fluent in two languages. When people speak to other person, the brain will quickly switch between different languages. One may talk to their parent in one language and to their friend in another language. According to Bialystok cited in Brien (n.d), it is being truly bilingual when speaking two languages and using them regularly so that it can improve the brain. For bilingual people, both languages are "always on," always active in their brains, no matter which language they are speaking at the moment. Therefore, being bilingual will force the brain to recognize the two different language systems.

            Second, a bilingual will be easier to learn another language. It is because of language is very similar to each other. For example one who can master the Chinese language with the kanji letters, he will probably able to master Korean language with Hangul letter or Japanese language with Hiragana and Katakana letter that is actually much simpler than kanji. In addition, when people learn English language, it will be easy to learn Dutch language because both languages have a similar structure and syntax (Damanik, 2013). Based on research of second language versus third language vocabulary acquisition, Mornar (n.d) shows the result that bilingualism in the Hungarian-Romanian students has a positive effect on their third language acquisition. In this case, besides the knowledge of a first language, knowledge of second language also formed a resource to the learner of a third language. Through learning a second language, the third and fourth languages come more easily.
            Third, when people learn a language, they are indirectly required to study the culture of the place where the language is used. A bilingual have easy access to different cultures and it encourage them to become open-minded and respectful towards the culture diversity. For example, one can determine Americans lifestyle from the dress or their character that tends to be individual-oriented, discipline, and strict to the time. Athanasopoulos et al, cited in Dean (2013) states that learning a new language can literally change the way you see the world. It means that because of cross cultural awareness, a bilingual will see the world from two different language perspectives.
            Finally, there are many advantages to be gained when a person becomes bilingual. Apart from enhance knowledge, bilingualism may also boost brain function, ease to learn other languages and increase cross-cultural awareness. Therefore it is important to learn second language because being bilingual will help and facilitate people in many things. It is never too late to get started as long as one continues to learn other languages.

REFERENCE:
1.      Birner. Betty. (n.d) Bilingualism, Washington, Linguistic Society of America.
2.      Brien, Sharon. (n.d) How Speaking Two Languages Can Improve Your Brain [Online] Available at http://seniorliving.about.com/od/lifelonglearning/a/How-Speaking-Two-Languages-Can-Improve-Your-Brain.htm (Accessed 20 November 2014).
3.      Damanik, Caroline (2013) ‘10 Bahasa Asing Lain yang Paling Mudah Dipelajari’, Kompas.com: Edukasi [Online] Available at http://edukasi.kompas.com/read/2013/02/13/15162348/10.Bahasa.Asing.Lain.yang.Paling.Mudah.Dipelajari (Accessed 20 November 2014).
4.      Dean, Jeremy. (2013) ‘10 Superb Psychological Advantages of Learning Another Language’, PsyBlog: Understand Your Mind [Online] Available at http://www.spring.org.uk/2013/09/10-superb-psychological-advantages-of-learning-another-language.php (Accessed 20 November 2014).
5.      Ethnologue (2014) Ethnologue: Language of the World [Online]. Available at http://www.ethnologue.com/ (Accessed 7 December 2014).
6.      Hoffmann, Charlotte. (1991). An Introduction to Bilingualism, New York, Longman.
7.      Mornar, Timea. (n.d) Second language versus third language vocabulary acquisition:

A comparison of the English lexical competence of monolingual and bilingual students, Hungary, University of Szeged.

LARGER THINGS FOUND IN THE WRITING

Posted by Retya Elsivia at 9:35 PM
Many people think that writing is a very difficult thing to do so they often read some books without rewriting what has been read previously. Actually people never realize that there are many benefits of writing from something what they have read. Article entitled The Craft of Research, Chapter One: Thinking in Print (Booth et al., 2008) explains about one of benefit when people try to write it up is to help them to understand. What this means is that writing is to see the larger pattern in what people have read (Booth et al., 2008). Through writing people can find the broader things than what they have read because writing encourages them to find some information, stimulates their own ideas, and shares with others through the discussion and feedback.  Therefore in writing, people get more than just the basic concept to be able to understand from what they have read.
Writing allows the ability to thoroughly organize the basic concept of the material and to see the connections between concepts to each other. It is sometimes difficult to reach the goal and people may think they are “not enough” from what they have read so they need to find further information on a related topic to their writing. Through reading from other sources, people will gain knowledge and it is important to get the better understanding about the topic. A famous quote from the great author, Stephen King, that say “If you don’t have time to read, you don’t have the time (or the tools) to write, simple as that” (Hanski, 2014). So basically reading and writing have close relationship because writing need adequate knowledge to give the new ideas in writing.
Writing helps people to elaborate the concept of what they have read by using their own thoughts so that they come up with the new idea. People will continuously develop the idea in their minds and need to write it up in their writing. As MacArthur et al. (2007) points out that writing is a powerful tool for getting thing done and a language skill to convey knowledge and information. In this case, it is meant to convey the idea that people need to correlates between the concept and previous knowledge or experiences from themselves.  
People write not only for themselves but also for others. Wardhana, cited in Pujiono (2011) states that writing is a skill in expressing an idea in people’s mind into a paper that can be read and easily understood by others. The point here is people will let others know his/her writing from what they have been read. In other side, the reader may give suggestion about the idea presented by the writer. These suggestions will become an input to the writer to get a new insight about their understanding or writing. In another hand, the reader may support or develop these ideas to make it better by adding some their own ideas. On the whole writing helps others to give the feedback about it.
It will be a lot of advantages when people not only read about something but also they try to write it up. At least people will get three benefits in writing from what they have read and they would see the larger thing behind the concept. Writing is the good activity for people and it this should be used as a habit. People must take a time to write because writing is the one of the process of learning.  
REFERENCES:
1.      Booth, C., Gregory, G. and Joseph, M. (2008) The Craft of Research, Chicago and London, The University of Chicago Press.
2.      Hanski, Mike. (2014) ‘Want to write better? Start reading, a lot’, Bid for Papers, 16 April [Online] Available at http://bid4papers.com/blog/read-more-write-better/ (Accessed 25 November 2014)
3.      MacArthur, Charles A. and Jill, F. (2007) Best Practices In Writing Instruction, New York, The Guilford Press.

4.      Pujiono, S. (2011) Penggunaan Strategi Catalisting Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Esai Mahasiswa JPBSI FBS UNY, Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta. 
 

LOVE THE LIFE YOU LIVE Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea