Bunge menyatakan
bahwa filsafat masih memberikan pengertian yang tidak pasti akan pengertian
teknologi itu sendiri, sebagian orang ada yang mengatakan sebagai teknik dan
sebagian lagi mengatakan teknologi sebagai ilmu terapan (termasuk ilmu
kedokteran dan perencanaan kota).
Pengertian
teknologi yang tertua, sangat sederhana dan paling umum dikenal oleh banyak
orang ialah barang buatan dari manusia. Barang buatan itu biasanya dilawankan
dengan benda alam. Misalnya sebatang kayu dari pohon yang tumbang adalah suatu
benda alam. Kalau kemudian batang kayu dari pohon itu dipotong, dipahat,
dibentuk dan dilakukan penggarapan lainnya oleh manusia sehingga menjadi sebuah
perahu yang digunakan untuk menyeberangi sungai, maka batang kayu itu akan berubah
menjadi barang buatan yang disebut teknologi. Kata ‘teknologi’ baru diciptakan
orang pada sekitar tahun 1777, pada awal zaman modern.
Pengertian teknologi menurut ahli:
1.
Menurut
Robert Lindsay dalam bukunya The Role of
Science in Civilization, kalau ilmu adalah suatu metode untuk pelukisan,
penciptaan dan pemahaman dari pengalaman manusiawi, teknologi dapat
didefiniskan sebagai kegiatan manusiawi yang diarahkan pada pemuasan
kebutuhan-kebutuhan manusiawi (yang nyata atau khayalan) dengan penggunaan yang
lebih efektif dari lingkungan manusia.
2.
Menurut
Willard Poppy, teknologi adalah kegiatan yang dengannya manusia merencanakan
dan menciptakan benda-benda material yang bernilai praktis. Mobil, pesawat televisi,
serbuk sabun buatan, kendaraan ruang angkasa, dan serat buatan adalah
hasil-hasil teknologi.
Landislav Tondl
membedakan tiga ragam dasar teknologi yang sekaligus menunjukkan perkembangan
historis yang berlainan, yaitu:
1.
Alat
Sesuatu alat
misalnya ialah kapak, palu, pengungkit, obeng atau pisau. Alat ini bergerak
semata-mata berdasarkan dari otot manusia. Pada umumnya manusialah yang
membimbing dan mengendalikan alat-alat, dengan demikian manusia jugalah yang
menjadi sumber informasi.
2.
Mesin
Mesin adalah
sesuatu sistem peralatan yang tidak menggunakan tenaga manusia, melainkan
sumber-sumber tenaga diluar manusia seperti misalnya hewan peliharaan, tenaga
angin, atau arus air. Mesin yang lebih tinggi ragamnya menggunakan tenaga yang
merupakan perubahan bentuk dari sesuatu sumber daya alam, misalnya air yang
telah digodok mendindih berubah menjadi tenaga uap. Mesin-mesin ini masih tetap
memerlukan manusia untuk membimbing dan menggendalikannya. Jadi manusia masih
tetap merupakan sumber informasi walaupun sudah tidak lagi menjadi sumber
tenaganya.
3.
Automaton
Perlengkapan
teknologi yang paling tinggi ragamnya dan paling canggih dinamakan automaton
(perlengkapan otomatis yang dapat berjalan dan mengatur sendiri).
Perlengkapan
mampu membuat keputusan dan mengatur sendiri. Misalnya kalau lemari es yang
kalau udara didalamnya sudah terlampau dingin melampaui ukuran tertentu akan
mematikan sendiri mesin pendinginnya. Kalau lemari es itu sering dibuka
sehingga udara dinginnya kurang dari ukuran tertentu, secara otomatis mesin
pendinginnya akan menyala bekerja kembali. Jadi automatum bekerja dengan proses
otomatis yang meniadakan manusia sebagai sumber informasi untuk membimbing dan
mengendalikannya.
Sampai
abad XIX, pada umumnya orang masih menganggap teknologi sebagai keuntungan bagi
kehidupan masyarakat. Tetapi dalam abad XX mulai timbul suara-suara sumbang
terhadap kemajuan teknologi terkait dengan adanya pencemaran lingkungan dan
bahaya lain dari teknologi yang tak dapat dibatasi sehingga melahirkan gerakan
antiteknologi yang dipelopori oleh ahli sosiologi Perancis, Jasques Ellul yang
dalam 1954 menerbitkan bukunya berjudul La
technique: L’Enjeu du siècle. Menurut Ellul, pada zaman prasejarah manusia
menciptakan teknik semata-mata karena kebutuhan. Tetapi pada zaman modern,
orang mengembangkan teknologi untuk mencari uang. Usaha mengejar efisiensi
menjadi sebuah tujuan tersendiri untuk menguasai manusia dan menghancurkan
kualitas dari hidupnya.
Namun
pada dasarnya semua ahli sependapat bahwa teknologi pada dasarnya adalah
netral. Menurut Lynn White, teknologi hanyalah membukakan pintu dan tidak
memaksa orang untuk memasukinya. Ahli-ahli seperti Edmundo O’ Gorman dan Edward
Madden secara tegas mengatakan bahwa teknolgi menurut sifatnya sendiri tidaklah
baik dan tidaklah buruk, melainkan dapat digunakan untuk maksud baik dan maksud
buruk.
Adapun
tugas pokok teknologi dalam masyarakat manusia adalah memperluas dunia
kemungkinan manusia yang bersifat praktis.
Penggolongan teknologi:
Goodwin
dalam bukunya Technology and Culture membagi teknologi dalam beberapa penggolongan,
diantaranya:
1.
Pengangkutan
·
Pengangkutan
darat (jalan dan kendaraan, jalan kereta api dan kendaraan)
·
Pengangkutan
laut (kapal, pelayaran dan pemetaan, terusan dan perahu)
·
Pengangkutan
udara dan ruang angkasa (pesawat terbang dan pesawat ruang angkasa)
2.
Pengubahan
tenaga
·
Keinsinyuran
air
·
Mesin
pembakaran dalam
·
Mesin
uap
·
Stasiun
pusat listrik-uap
·
Penyaluran
tenaga listrik
·
Penerangan
·
Pemasangan
dan penukaran udara
·
Pendinginan
·
Pabrik
tenaga luar, matahari, dam pengubahan langsung
3.
Teknologi
Mekanis dan Elektro-mekanis
·
Alat,
mesin, instrument, penunjuk waktu, mesin hitung, dan computer
·
Pengendalian
otomatis
·
Mesin
tik
·
Mesin
jahit dan lain-lain
·
Pemancaran
tenaga secara mekanis
·
Bobot
dan ukuran
4.
Komunikasi dan
Rekaman
·
Percetakan
·
Telegraf
·
Telepon
·
Radio
·
Fotograf
dan perekam
·
Pemotretan
Ilmu dan
teknologi merupakan dua hal yang berlainan. Perbedaan ilmu dan teknologi dapat
dilihat pada kerangka sistem dari lima segi berupa:
Segi Ilmu
Teknologi
- Tujuan 1. Mencari pengetahuan 1. Menciptakan barang
2.
Memperoleh pengetahuan 2.
Mengusahakan perubahan
§ Hasil Karya tulis ilmiah barang
teknologis
§ Lingkungan Kebudayaan
umumnya, Kebudayaan
umumnya
khususnya
teknologi khususnya
ilmu
§ Sumber Pengetahuan yang ada Berbagai sumber alam,
manusia, dan
pengetahuan
§ Aktivitas Penelitian Pembikinan
sampai produksi
§ Kontrol Berdasarkan umpan balik Berdasarkan umpan balik
peralatan keilmuan pengetahuan ilmiah
Ilmu terapan dan
teknologi merupakan aktivitas yang berlainan. Yang satu memberikan pengetahuan,
mungkin dengan dorongan batin untuk kemungkinan penerapan, dan yang satunya
lagi senyatanya untuk melakukan sesuatu yang baru. Ilmu terapan merupakan ilmu
murni yang diterapkan yakni mempergunakan hasil-hasil penemuan ilmu murni untuk
menyelesaikan tugas-tugas yang mempunyai tujuan praktis. Sebagai contoh
penelitian dalam ilmu sel-sel (cytology) merupakan ilmu murni, sedangkan
penelitian kanker untuk menemukan upaya untuk mengatasi penyakit itu adalah
ilmu terapan. Sedangkan ahli teknologi mengusahakan untuk membuat sebuah alat
yang bisa menyembuhkan penyakit kanker dengan alat-alat terbaru dan canggih
pada saat ini.
4 POLA HUBUNGAN
ANTARA TEKNOLOGI DAN ILMU
|
A
|
|
D
|
|
C
|
|
B
|
Berdasarkan
bagan, hubungan teknologi dan ilmu menunjukkan hubungan berikut:
- Teknologi dan ilmu masing-masing
berkembang dan mencapai kemajuan sendiri-sendiri tanpa pengaruh penting
dorongan utama dari pihak lainnya.
- Teknologi merupakan pihak utama
yang mendorong perkembangan ilmu atau membantu kemajuan ilmu.
- Ilmu merupakan pihak utama yang
mendorong perkembangan teknologi atau membantu kemajuan teknologi
- Teknologi dan ilmu mempunyai saling
kaitan dan pengaruh timbal-balik yang saling memacu perkembangan dan
kemajuan masing-masing.
HUBUNGAN SALING
MENGHIDUPI ANTARA TEKNOLOGI DENGAN ILMU DEWASA INI
Ilmu dan
Teknologi berhubungan simbiotis, yaitu saling memetik manfaat secara
timbal-balik.
Pola hubungan
ilmu dan teknologi yang saling memacu kemajuan masing-masing dapat lebih
diperjelas dengan kerangka sistem.
Teknologi sebagai sistem Ilmu sebagai Lingkungan
Hubungan
Teknologi dengan Ilmu
Teknologi
sebagai sebuah sistem keterampilan praktis mempunyai sebuah input yang
kemudian dipergunakan untuk menghasilkan output. Salah satu sumber yang
digunakan adalah pengetahuan yang berupa pengetahuan ilmiah meliputi asas,
kaidah, dan teori ilmiah. Onput ini digunakan oleh teknologi untuk menghasilkan
output berupa barang, mesin atau prosedur.
Contoh pengetahuan ilmiah yang memacu
kemajuan teknologi:
- Teori
James Clerk Maxwell, imu elektromagnetik mengembangkan teknologi
kelistrikan
- Teori
informasi yang dirumuskan oleh para ahli matematika dari hasil penelitian
ilmiah mengembangkan aneka perangkat komputer elektronik
- Kemajuan
fisika terutama nuclear physics mengembangkan persenjataan nuklir
Di sisi lain, Ilmu
juga memerlukan bantuan teknologi berupa perlengkapan dan proses teknis untuk
memacu kemajuannya dalam penelitian. Ini dapat terlihat pada:
Ilmu
sebagai sistem Teknologi sebagai lingkungan
Hubungan Ilmu
dengan Teknologi
Teknologi memacu
perkembangan dan kemajuan ilmu dengan menyediakan berbagai instrumentasi
pengamatan, pengukuran, pencatatan, pengendalian serta aneka perlengkapan dan
proses teknis yang khusus diperlukan dalam penelitian ilmiah. Contoh:
perlengkapan laboratorium (bukan input, tapi sarana)
Contoh peralatan hasil teknologi yang
memacu kemajuan ilmu:
- pada
zaman kuno para filsuf yang ahli perbintangan hanya bisa membuat
perekaan-perekaan mengenai jagat raya. Terciptanya teropong bintang
mengembangkan astronomi modern, seperti teori Galileo dan Kepler;
- Penciptaan
mikroskop melahirkan biologi, zoologi , dan bakteriologi.
- Teori
magnetisme William Gilbert dirumuskan berdasarkan pemakaian kompas yang
telah ada dan cabang ilmu termodinamika lahir berdasarkan perkembangan
teknik dari mesin uap
- Sejak
mid abad 20, pemakaian komputer telah mengembangkan berbagai cabang ilmu.
Ini kasus nyata mengenai peranan teknologi memacu kemajuan ilmu.
DAFTAR
PUSTAKA
1.
The
Liang Gie.1996. Pengantar Filsafat
Teknologi. Penerbit Andi. Yogyakarta