Fabiayyialairobbikumatukadzibaan.
Tidak pernah lisan ini berhenti mengucap syukur kepada Allah SWT atas setiap
limpahan rezeki yang diberikan kepada setiap hamba-Nya.
Untuk Rezeki yang Telah Tertakar
dan Tidak Pernah Tertukar.
17 Desember 2019
Saya akui memang tanggal itu selalu
special dalam hidup saya dan
keluarga, tanggal dimana saya selalu tuliskan dalam biodata riwayat hidup saya.
Yes, the day is my brother’s birthday.
Ulang tahun sulung mamapapa. Tapi di
tahun ini tanggal ini feel so really special for my life. Kurang
lebih 11 hari saya menunggu tanggal ini dengan perasaan yang sangat fluktuatif,
perasaan deg-deg-an, optimis, terkadang pesimis, ditambah kegalauan dan
diakhiri dengan perasaan tawadhu
alias berserah. Coz I really believe Allah
is the best planner. Allahu Akbar.
Tanggal itu adalah tanggal dimana
saya akan menerima pengumuman hasil akhir seleksi Calon Asisten Ombudsman RI (ORI)
Perwakilan Sumatera Barat. Saya yakin di antara blogger ada yang belum familiar dengan Ombudsman karena memang
dia tidak se-terkenal KPK dan teman2nya yang lain. Silahkan dibrowsing saja
sebelum nanti saya lampirkan UU No 37 tahun 2008 tentang Ombudsman Republik
Indonesia. Hehehe. No worries. Kata
tersebut memang serapan digunakan di seluruh dunia. Jadi Ombudsman ini hadir
dengan nama yang sama di seluruh negara termasuk Indonesia. Tupoksinya secara
garis besar untuk mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik.
Tulisan ini hanya untuk sekedar sharing mengenai perjalanan saya dalam
mengikuti proses seleksi Calon Asisten (disingkat Calas) Ombudsman RI. Saya harap ini bisa jadi pembelajaran untuk
teman-teman yang juga berniat untuk mengikuti seleksi ini nantinya. Honestly saya juga banyak browsing pengalaman teman-teman
mengikuti seleksi ini sebelum saya mengikuti tes. Tetapi update terakhir memang
sewaktu recruitment Calas tahun 2016.
Menurut saya it is little bit different
dari sisi kisi-kisi soal yang membuat saya harus bermain dengan insting dan
logika saat mengikuti ujian tertulisnya hehehe.
28 November 2019
Hari dimana saya tau bahwa saya
lulus tes administrasi Seleksi Calas ORI 2019. Saya juga diberitahu oleh teman kantor
sebelumnya yang ternyata juga memasukkan lamaran untuk seleksi ini. Hari dimana
saya tahu ada 186 orang yang dinyatakan lulus administrasi untuk perwakilan
Provinsi Sumbar. Hari dimana saya mikir sendiri kenapa banyak sekali pelamar
untuk wilayah Sumbar dengan kuota yang diminta hanya 4 orang sementara 12
provinsi lainya paling banyak hanya sekitar 60 orang pesaing (noted: kecuali untuk formasi pusat).
Hari dimana kebetulan saya sedang berada di ibukota sehingga buru-buru booking tiket untuk flight besok siang menuju Padang.
3 Desember 2019
Ini adalah hari yang dijadwalkan
untuk tes tertulis untuk semua peserta seleksi Calas ORI 2019. Alhamdulillah
jadwalnya sedikit molor dari yang ditentukan yang seharusnya dimulai pukul
08.00. Saya bisa manfaatkan waktu dengan reuni bersama teman lama yang tidak bertemu
kurang lebih 3 bulan (hahaha maaf lebay), karena biasanya kami tiap hari ketemu
di kantor guys. Jadilah kami reuni mengingat kisah lama #eaaaa sembari melihat
luar biasanya antusias peserta seleksi ini. Disana saya juga ketemu tetangga,
suami teman saya, dan beberapa wajah yang rasanya cukup familiar. Beberapa
peserta juga datang dari luar Provinsi Sumbar. MasyaAllah luar biasa rame
banget mulai dari wajah paling senior sampe wajah-wajah fresh graduate (persyaratan usia minimal 22 tahun dan maksimal 35
tahun). Kami sembari mikir begini banget ya untuk dapat kerja secara kami
memiliki background di per-NGO-an yang notabene proses seleksi dengan pesaing
bisa dihitung jari dan tes hanya interview
satu kali.
Untuk proses tes tertulis, kami
dibagi menjadi 3 ruangan besar dengan duduk yang cukup dempet-dempetan dan
paket soal yang dibagi menjadi tiga paket yaitu A, B dan C. Jumlah soal pilihan
ganda 60 buah soal dan 2 soal essay bersama turunan soalnya. Saya hanya
bermodal UU no 37 tahun 2008 tentang
Ombudsman RI dan UU no 25 tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Publik
dalam mengikuti tes tertulis ini karena berdasar referensi dari hasil browsing pengalaman peserta sebelumnya. Oh men, sekitar 40 soal pertama pilihan
ganda belum ada sama sekali yang menanyakan tentang UU yang saya pelajari.
Disitu saya merasa sedih. Soalnya seputar update isu-isu terbaru dalam negeri seperti
Revisi UU KPK, Sistem Zonasi, Standar Pelayanan Minimal dll. Jadi kita memang
harus kudu update dengan isu begini
temans karena seorang Calas ORI harus mampu menangani masalah untuk semua
bidang penyelenggaraan pelayanan publik. Saya bahagia saat 20 soal terakhir menanyakan
tentang kewenangan, tujuan, fungsi, tugas ORI, dll seperti persis dalam UU
37/2008. InsyaAllah saya bisa jawab dengan pasti karena udah baca sebelumnya.
Hehe. Kemudian dilanjut dengan essay yang saya masih ingat soalnya:
1. Berdasarkan
Peraturan Ombudsman no 26 tahun 2017 tentang Tata Cara Penerimaan, Pemeriksaan,
dan Penyelesaian Laporan.
a. Apa yang
dimaksud dengan Laporan?
b. Apa yang
dimaksud dengan Pelapor dan Terlapor?
c. Apa yang
dimaksud dengan Klarifikasi dan Pemeriksaan?
d. Apa yang
dimaksud dengan Mediasi dan Konsiliasi? Apa beda keduanya?
2. Studi Kasus
tentang laporan pajak pribadi yang tidak dilaporkan perusahaan beserta turunan
soalnya.
Bisa jawab? HAHAHA. Saya belum baca
sama sekali tentang Peraturan Ombudsman karena tidak ada di kisi-kisi hasil
browsingan wkwkw. Saya mikir essay ini masih sama dengan dulu tentang tata cara
berpidana di pengadilan hahaha. At that
time, I used the power of mengarang. Tapi ada satu pertanyaan essay turunan
yang saya tidak bisa jawab. Saya sudah mengerahkan seluruh kemampuan but still can’t. Setelah tes, saya tahu dari Kepala Perwakilan
bahwa peserta yang masukan lamaran kurang lebih sekitar 600 orang untuk
Provinsi Sumatera Barat tetapi yang lulus hanya 186 orang. Setelah tes saya
juga tahu dari Panitia bahwa yang lulus tes tertulis hanya 3N which is 3 kali 4
sama dengan DUA BELAS. Pesimis? Yes I am. Saya pesimis setelah mendengar
3N, menyadari bahwa ada 1 buah pertanyaan turunan essay yang saya tidak jawab dan
melihat jawaban peserta kiri kanan depan belakang saya penuh dengan coretan
dalam 2 lembar kertas HVS bolak balik. How about me? Saya hanya pake setengah
kertas halaman depan dan ¾ kertas halaman belakang.
Saya auto-lemes untuk kembali
pulang. Saat ditanya sama keluarga di rumah tentang tes tertulis saya jawab
dengan seadanya. I’m not sure with the
result. Saya tahu bahwa pengumuman hasil tertulis akan keluar di hari yang
sama (sekitar pukul 10 malam), but I
decided to sleep at 9.00 pm. Pelajaran yang bisa dipetik adalah jika temans
niat untuk lulus menjadi Calas ORI, silahkan dipejari semua UU yang saya sebutkan
di atas beserta peraturan-peraturan Ombudsman yang bisa dibaca di website
resminya.
4 Desember 2019
Setelah sholat Subuh, saya mulai buka
ponsel. Saya kaget luar biasa karena di japri oleh beberapa orang yang mencapture pengumuman dengan nama saya
masuk dalam 12 peserta yang lulus. I
admit I didn’t sleep well this night tapi saya juga ga nyangka perjuangan
saya akan berlanjut. Saya harus menghadapi psikotest pagi ini jam 08.00.
Semangat? Semangat donkkkkk karena saya suka tertantang dengan soal-soal
psikotest. Hehe.
Psikotest dilakukan oleh LPT UI,
hadir ibu psikolog nan baik serta ramah di hadapan 12 orang peserta. Tes
dimulai dengan mengisi riwayat hidup peserta, Pauli (koran), tes logika, tes
hitung-hitungan soal cerita sederhana, diinstruksikan mengisi lembaran berisi pertanyaan
sekitar 10 buah mengenai Siapa Saya?
Silahkan ditulis mengenai diri Anda sebanyak 20 uraian di luar informasi
riwayat hidup yang diisi sebelumnya, kemudian kelebihan diri, hal yang perlu
diperbaiki dalam hidup, kesuksesan terbesar, saat keadaan tertekan, kontribusi
yang diberikan kalau lulus Calas ORI, dll. Completed.
Belum selesai isi deskripsi, diberikan lagi soal tes gambar, kemudian tes warteg,
diinstruksikan kembali melanjutkan deskripsi diri, disuruh lagi gambar pohon,
gambar orang, diinstruksikan kembali melanjutkan deskripsi diri dan diakhiri
dengan tes EPPS (Edward Personal
Preference Schedule). Benar-benar ga santuy tes nya karena ini pengalaman
pertama kali saya mengikuti rangkaian tes psikotest sebegini banyaknya. Tapi Alhamdulillah
saya menikmati sekali hingga tes berakhir pukul 13.00 WIB.
5 Desember 2019
Tes hari ini masih dengan psikolog
dari LPT UI. Tes dimulai dengan FGD bersama 5 orang peserta lainnya, kami
diberikan kasus untuk memilih Asisten Teladan ORI dengan pilihan 5 orang
kandidat. Kita disuruh memilih asisten teladan menurut versi kita masing-masing
baru setelah itu diberikan waktu 20 menit untuk berdiskusi bersama 5 orang
teman kita. Diskusi kami sangat hangat sampai-sampai waktunya sudah habis dan
kami belum memilih satu orang Asisten Teladan. Hehe. But, it is okay karena yang dilihat adalah kemampuan kita
berdiskusi dan memecahkan masalah. The
most important thing is do not be a dominant person, beri kesempatan orang
lain menyampaikan argumentnya. Setelah FGD selesai dilanjut dengan sesi
interview per-orangan bersama psikolog. Interview nya tidak lama, hanya
berlangsung sekitar 40 menit. Pertanyaannya tentang diri kita saja kok, so JUST BE YOURSELF and BE HONEST!!!
6 Desember 2019
Interview user. Makanan apa ini?
HAHAHA. Baru kali ini saya ikut tes kerja dengan test bertahap-tahap dan
pertama kali juga mendengar interview user. Intinya adalah tes interview dengan
petinggi Ombudsman RI. Saya diinterview oleh Asisten Utama dan Asisten Madya
dari Ombudsman Pusat beserta Kepala Perwakilan Ombudsman Sumbar. Ga ada hal
yang perlu dipersiapkan untuk test ini karena lagi-lagi pertanyaannya tentang
diri kita, harapan bekerja di ORI, dan saya lebih banyak diminta komitmen dan
keyakinan untuk bekerja di ORI karena secara tidak sengaja saya terpancing
untuk menceritakan bahwa saya mendapat tawaran pekerjaan dari kantor
sebelumnya. It seems easy rite? But I cried
twice in this stage. Entah kenapa tiba-tiba saya baper di saat menjawab
kenapa memilih Ombudsman RI. That’s
because I suddenly remember my parents who want me to keep working in Padang.
Memang dalam hidup itu selalu ada pilihan.
Pastinya dengan mudah kita bisa memilih mana yang baik dan buruk. Tetapi kita
tidak bisa memilih jika ada 2 buah pilihan yang sama-sama baik. Disinilah
masa-masa galau saya menunggu hasil penguman ORI karena saya baru tahu persis
pekerjaan yang ditawari pada saya pada saat selesai test tahap ketiga. Sebuah
posisi pekerjaan yang lebih tinggi dari posisi saya sebelumnya dalam project research dengan University of Sydney dengan
kemungkinan-kemungkinan terbesar bahwa saya akan mendapatkan self-development yang pasti akan jauh
lebih baik, kesempatan membangun jaringan, berkarir dan melanjutkan studi di
luar negeri. Is it sounds perfect, huh? Saat
menunggu pengumuman pun saya kemudian juga tahu bahwa kantor saya sebelumnya
itu bersedia menunggu hasil Ombudsman dan menunda external job vacancy dengan deadline yang mepet. Masya Allah sungguh Allah Maha Baik. Saya
sangat terharu mendengar keputusan itu. Disinilah saya berpasrah pada Allah
untuk membantu memilihkan jalan terbaik dalam hidup saya. Keadaan yang memang
di luar kuasa saya sebagai manusia.
Saat tanggal 17 datang, teman-teman
dan keluarga saya sudah mulai menanyakan hasil pengumuman. Untungnya pada hari
itu saya disibukkan dengan projek keluar kota sampai akhirnya pengumuman di release sekitar pukul 21.00 WIB. I didn’t dare to see the result, jadilah
kakak saya si bumil yang membantu melihatkan. Perasaan deg-degan berasa
kontraksi wkwwk. How about the result?
ALHAMDULILLAH nama saya tertera dari 4 orang Calas Ombudsman RI perwakilan
Sumbar yang dinyatakan lulus. Surely I am
so happy at this time. Saya merasakan mix
feeling dalam keluarga saya waktu itu hehe. Papa mengucapkan selamat. Kakak
perempuan menanyakan apakah saya senang?
I confidently answer yes I do. Mama dan kakak laki-laki saya memilih bersikap
datar karena memang lebih ingin saya mengambil tawaran dari kantor sebelumnya
yang mungkin jauh lebih baik.
Pada akhirnya perasaan bahagia ini tetap
menyisakan perasaan tidak enak. Salam hormat saya untuk Direktur, Manajer dan
teman-teman yang sudah memberikan kesempatan saya untuk kembali berkarir di
dunia per-NGO-an. Lakukanlah setiap
pekerjaan kita dengan penuh dedikasi dan keikhlasan, insyaAllah Allah akan
mudahkan jalan untuk setiap langkah berikutnya. Pelajaran yang bisa saya ambil
setelah berkarir selama 3 tahun di per-NGO-an. Saya yakin kelulusan saya ini karena adanya
pembelajaran dan pengalaman yang saya dapatkan saat berkarir dalam pemberdayaan
masyarakat. Terimakasih untuk Allah Maha Baik dan orang-orang baik yang selalu
ada di sekeliling saya. Lupakan hasil kelulusan administrasi CPNS tahun ini, lupakan keinginan untuk menjadi dosen coz I finally got the answer. Saya percaya bahwa ini adalah qadha Allah terbaik untuk hidup
saya. Today my life begins. Bismillahirahmanirrahim.
![]() |
| I got a message like this from my Director when I thank her for the experience and opportunity that given to me. How I really adore you, Mbak. Tetaplah membumi. |






